PB, JAKARTA – Masih hangat dalam ingatan ketika terjadinya keributan antara salah satu oknum pengamanan dengan salah satu pengunjung pada sebuah pusat perbelanjaan hingga menjadi viral di sosial media, dikarenakan keributan tersebut menjadi aksi pamer senjata hingga terjadinya pemukulan.

“Terlepas dari benar tidaknya oknum sekuriti tersebut, namun persoalan ini akan selalu saja bisa timbul dimanapun, kepada siapapun dan kapanpun, hingga menjadi catatan tersendiri bagi kami untuk selalu mengevaluasi anggota kami,” ujar Prasetyo Pendiri PT. Trifasari Nusantara (Trifanusa), yang beralamat di Jalan Siaga Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurutnya pelatihan pelatihan dasar yang dilakukan pihak perusahaannya selain latihan fisik yang didalamnya termasuk latihan kedisiplinan juga menerapkan peningkatan moral yang lebih baik seorang petugas pengamanan di tingkat satuan pengamanan atau biasa disebut Satpam.

“Karenanya pelatihan yang kami terapkan dilakukan setiap 6 bulan sekali, agar setiap anggota sekuriti yang bertugas nantinya tetap selalu dalam pantauan kami dan juga melihat progres untuk mengevaluasi hasil latihan,” ucap pria yang low profile diantara pegawainya yang berjumlah hingga 300 anggota.

Pelatihan yang dilakukan selama 6 hari berturut turut, selain praktek juga dilakukan pelatihan secara teori, namun kendala yang ditemui dilapangan, dikarenakan adanya beberapa anggota sekuriti yang harus melakukan tugas kesehariannya namun juga harus mengikuti pelatihan dasar.

“Kami sebisa mungkin memberikan pembagian waktu dan jadwal antara tugas utama dengan pelatihan bagi anggota, karena pelatihan ini sangatlah penting untuk mendapatkan profesional seorang petugas pengamanan,” ucap Frengki Samosir selaku Manajer Operasional perusahaan, yang selalu hadir mengikuti kegiatan anggotanya selama melakukan pelatihan.

Bahkan pihak perusahaan mengusahakan sebisa mungkin dalam hal pelaksanaan ibadah bagi anggota mereka agar diutamakan, karena sebagai bagian dari pendidikan moral dan etika bagi setiap petugas, baik sedang bertugas maupun tidak.

“Bagi umat islam kami selalu anjurkan untuk selalu melaksanakan shalat lima waktu, dan bagi yang kristiani, mereka sebisa mungkin tidak menerima tugas pada hari minggu sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga ibadah mereka,” Prasetyo.

Pelatihan selama 6 hari baik praktek maupun teori dilakukan langsung oleh anggota Binmas Polda Metro Jaya, selama melakukan kegiatan selalu mengutamakan persoalan disiplin anggota sekuriti agar dalam melaksanakan tugas selalu mengedepankan profesionalitas sebagai seorang petuags keamanan.

Penutupan pelatihan bagi 50 orang anggota PT. Trifanusa dipimpin langsung oleh Kasubdit Satpam/Polsus Ditbinmas Polda Metro Jaya, AKBP Hj. Husaima SH, MH, yang mewakili Dirbinmas Polda Metro jaya. Komisaris Besar Polisi, Drs, Priyo Mujahid yang hari ini, Kamis (19/4) akan meninggalkan posnya dan digantikan oleh pejabat Dirbinmas baru.

“Pelatihan dasar yang kita terapkan adalah pelatihan dasar yang juga didapatkan oleh setiap anggota kepolisian, karena mereka adalah mitra terdepan di setiap lingkungan dan tempat kerja mereka,” ujar Husaima mewakili langsung Drs, Priyo Mujahid sebagai Dirbinmas Polda Metro Jaya.

Menurut Husaima setiap anggota pengamanan, baik itu satpam maupun polisi khusus adalah mitra utama pihak kepolisian, dan dengan pelatihan yang dilakukan melalui anggota Binmas, diharapkan selain menjadi salah satu mitra polisi, juga memberikan tauladan kepada masyarakat baik itu dilingkungan kerja maupun dilingkungan mereka tinggal.

(jall)

loading...