PB – TENGGARONG – Minuman keras alias Miras termasuk salah satu pemicu terjadinya tindak kriminal. Karena itulah Polres Kutai Kartanegara semakin gencar memberangus peredaran Miras ilegal. Rabu (18/4) siang, Tim Alligator Satuan Reserse Kriminal Polres Kukar menggerebek sebuah pabrik Miras tradisional “Cap Tikus”, terletak di Jl Bukit Sion Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong.

Dari TKP ditemukan sebanyak 100 Liter Miras Cap Tikus dalam kemasan botol siap edar, serta sekitar 250 Liter masih berupa bahan air tuak dari cairan pohon aren belum diolah. Sehingga jumlah barang bukti disita sebanyak 350 Liter.

Selama ini pelaku Ovan (30), menjajakan “kencing setan” itu seharga Rp 50 ribu untuk sebotol berukuran isi 600 ml. “Karena Miras Cap Tikus ini memiliki kandungan alkohol cukup tinggi, maka pelaku dikenakan pasal dalam Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Pangan serta Perda,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar kepada harian ini.
Terungkapnya pabrik pengolahan Miras tradisional itu, bermula dari informasi dari warga ada sebuah rumah di Jl Bukit Sion Kelurahan Jahab, Tenggarong, juga berfungsi sebagai pabrik Miras Cap Tikus.

Kapolres memerintahkan Kasat Reskrim AKP Damus Asa, melakukan penyelidikan ke lapangan. Lalu Tim Alligator Sat Reskrim dipimpin Ipda Aksaruddin, untuk menyelidiki. ” Tim Alligator berhasil menemukan pabrik Miras Cap Tikus milik pelaku Ovan (30)”.

Dari pabrik miras yang berada di lereng bukit itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, berupa 2 buah jerigen 20 liter, 12 buah jerigen 30 liter, ember bekas cat tembok 20 kilogram sebanyak 4 buah, drum plastik ukuran 200 liter 1 buah dan botol air minum kemasan sebanyah 49 buah. Ditambah corong untuk mengisi botol 1 buah, ember bekas cat berkeran untuk pengemasan 1 buah, galon plastik ukuran 30 liter dengan keran.
Juga sebuah pipa paralon ukuran setengah inci sepanjang 10 meter, drum besi bekas oli sebanyak 1 buah untuk memasak bahan dasar, serta pipa besi ukuran 2 inci sepanjang 10 meter untuk penguapan. Pabrik Miras Cap Tikus itu sebenarnya berupa sebuah rumah setengah jadi yang tidak dihuni Ovan, lalu “disulap” untuk mengolah air nira dari pohon aren menjadi minuman beralkohol.

“pelaku mengaku sudah menjalankan kegiatan ini selama 6 bulan lebih,” ujar Kapolres yang juga ke TKP bersama sejumlah perwiranya, termasuk Kabag Ops Kompol Andin Wisnu Sudibyo dan Kasat Lantas AKP Ramadhanil.

Pelaku menjelaskan sehari-hari juga beternak babi di kawasan Jahab ini, pembuatan Miras Cap Tikus hanya usaha sampingan. Biasanya Ovan membeli air aren sudah dipermentasi berupa tuak, untuk diolah menjadi Miras Cap Tikus. Pembuatan juga dilakukan hanya sekali dalam sepekan.
“Saya beli air tuak seharga Rp 2 ribu per liter, biasanya sekali membeli sebanyak 200 Liter, jadi harganya Rp 400 ribu. Bahan sebanyak itu 200 Liter setelah diolah menjadi hanya 15 Liter Miras Cap Tikus, saya jual Rp 50 ribu per botol isi 600 mili liter. Tidak hanya di Tenggarong, minuman ini juga sudah beredar sampai Kubar (Kutai Barat). Ya keuntungan saya dapat memang lumayan. Saya belajar membuat Miras Cap Tikus ini dari kampung halaman di Manado,” jelas pelaku Ovan digelandang petugas ke Polres Kukar, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Monty

loading...