PB JAKARTA – Masyarakat Indonesia yang berharap bakal ada kejutan, sepertinya harus bersabar, pasalnya hingga empat bulan sebelm tahapan pilpres dimulai, masih saja belum terlihat ada tokoh alternatif atau tokoh baru muncul untuk meramaikan dan menjadi lawan tangguh Jokowi sebagai petahana.

Ini merupakan satu kesimpulan yang terekam dari persepsi publik dalam survei nasional Cyrus Network 27 Maret-3 April lalu.

‎Politisi partai Golkar, Misbakhun mengatakan, sejauh ini calon presiden untuk kontestasi pesta demokrasi pilpres 2019 hanya berkutat pada dua nama, yakni Jokowi dan Prabowo.

‎”Ini adalah pesan yang jelas kepada seluruh parpol yang ada, bahwa desain pilpres 2019‎ sudah mulai kelihatan bentuknya, siapa saja yang akan maju dan akan menuju kontestasi di pilpres 2019,” kata Misbakhun di sela-sela acara rilis survei nasional Cyrus Network di Resto D’Consulate Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2017).

Sejauh ini ‎Misbakhun berpandangan bahwa hanya ada dua tokoh yang menurutnya bakal head to head di pilpres 2019. Rakyat menurut Misbakhun hanya melihat kontestasi dua tokoh nasional yakni Jokowi dan Prabowo.

“Dari sisi popularitas kekinian, mereka sangat kelihatan sekali,” jelasnya.

Berdasar rilis survei Cyrus Network, dibenak publik top of mind calon presiden ‎berkutat di nama Jokowi sebagai petahana dan Prabowo Subianto.

“Meski selisih elektabilitas keduanya cukup jauh, namun hingga hari ini Prabowo masih ‎merupakan satu-satunya penantang terkuat Jokowi,” kata Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Afianto.

Dalam simulasi Cyrus Network dimunculkan banyak nama alternatif capres, namun angka mereka tidak lebih dari tiga persen. Sisanya, sebagian besar kelompok pemilih yang tak mendukung Jokowi tetap menyandarkan harapan kepada Prabowo.

“Diperingkat ketiga ada nama Gatot Nurmantyo sebagai capres yang hanya mendapatkan dukungan tiga persen pemilih,” ujar Eko.(Beby Hendry)

loading...