PB, JAKARTA – Sebuah alamat website yang mengklaim sebagai salah satu dari laman milik Google (http://www.googlevote.gdn) beberapa waku lalu melakukan seuah poling untuk mengetahui bagaimana pendapat masyarakat Indonesia terkait dengan pilihan mereka pada pilpres tahun 2019 nanti.

Dan jajak pendapat yang dibuat oleh laman tersebut, dimulai sejak tanggal 28 Maret 2018 dan akan diakhiri pada tanggal 20 April 2018. Pada tanggal 2 April 2018 sekitar pukul 17.12 WIB jumlah responden yang masuk sudah mencapai hingga 41.275 suara yang memberikan pilihan mereka.

Dari jumlah responden tersebut, sebanyak 87 persen atau 36.039 suara ternyata menyatakan tidak setuju jika Joko Widodo kembali memimpin Indonesia sebagai Presiden untuk kedua kalinya. Dan yang setuju hanya 5.236 atau 13 persen saja.

Poling tersebut awalnya bisa diakses melalui sebuah alamat URL  (http://www.googlevote.gdn/2018/03/joko-widodo-dianggap-layak-memimpin.html) dan pada tanggal 3 April 2018, sekitar pukul 11.17 WIB poling masih dapat diakses dengan jumlah suara yang masuk sebanyak 53.249 pemilih (91 persen) dan yang tidak setuju naik menjadi 5.267 suara atau sekitar 9 persen.

Ketika akan diperiksa keesokan harinya (4 April 2018) rupanya poling tersebut dihentikan, bahkan alamat yang tertera tersebut tidak dapat lagi diakses. Diduga jika poling tersebut membuat khawatir beberapa pendukung Jokowi jika sampai muncul ke khalayak ramai.

“Banyak poling yang bertebaran di sosial media, terutama di twitter, dan sebagian besar memang tidak menunjukkan Jokowi akan dipilih kembali, bahkan tagar #2019GantiPresiden menjadi pelampiasan kata hati masyarakat terhadap pilihan mereka di pilpres 2019 nanti,” ujar Heikal salah satu anggota partai Gerindra.

Menurut Heikal mungkin ada pihak pihak di lingkaran istana yang takut jika sampai Jokowi mengetahui dan melihat hasil poling tersebut, hingga akhirnya meminta agar ditutup oleh pihak Google. Namun Heikal tidak mengetahui secara pasti apakah alamat website tersebut adalah benar milik dari perusahaan mesin pencari Google.

Namun diduga kuat jika laman tersebut bukanlah dari pihak google, hingga akhirnya pihak google mengambil tindakan dengan menghapus laman tersebut. “Saya rasa bukan dari pihak google yang membuat poling untuk pilpres 2019 nanti, hanya saja untuk menarik peminat, si pembuat menggunakan nama google,” pungkas Heikal yakin, sambil menambahkan, walaupun bukan dari pihak google namun kekalahan Jokowi dalam poling tersebut perlu diketahui oleh masyarakat.

(jall/sumber)

loading...