PB, JAKARTA – Pilpres 2019 semakin dekat, para kandidat yang ingin mencalonkan diri untuk maju sebagai capres untuk memimpin Indonesia periode 2019-2024 sudah bermunculan, baik yang menyatakan langsung, maupun muncul atas pilihan netizen yang diambil dari track record mereka selama beberapa  tahun kebelakang.

Joko Widodo yang menjadi petahana kali ini diperkirakan akan mengalami kekurangan jumlah suara yang sangat signifikan. Banyaknya video dan postingan postingan yang membuat pernyataan penyesalan karena telah memilih Jokowi pada pilpres 2014 lalu.

Kemunculan mereka di berbagai media sosial yang kemudian menjadi viral dikarenakan banyaknya pengguna sosmed ikut menyebarkan pernyataan mereka yang menyatakan menyesal ataupun merasa bersalah karena telah memilih Jokowi.

Salah satunya adalah akun milik Arif Kurniawan Domo yang menuliskan rasa penyesalannya karena telah menjadi salah satu pendukung Jokowi pada pilpres 2014 lalu. Bahkan untuk membuktikan omongannya, Arif harus kembali membuka buka foto foto yang sempat diuploadnya pada pilpres 2014 lalu, dimana dalam foto tersebut, Arif yang menggunakan kaos singlet, mengambil foto dengan latar belakang Jokowi di sebuah saluran televisi, sambil mengangkat dua jari.

Arif melakukan hal tersebut, karena pada hari pemilihan Jokowi datang menghadiri acara Mata Najwa, dan Najwa Shihab meminta kepada para penonton di rumah untuk melakukan foto selfie dengan latar belakang acara Mata Najwa. Hingga akhirnya Arif juga ikut melakukannya.

buka memori hp ketemu foto saya pada tahun 2014.pada saat itu saya milih jokowi.foto ini momen saat mlm nya hari pencoblosan.joko di undang oleh mata najwa.lalu mata najwa minta pemirsa buat selvi di depan TV….
untuk 2019 saya ga akan milih jokowi lagi.KAPOOOOK!!!.saya mulai sadar beberapa bulan kemudian,bahwa sijoko tidak lain hanya lah boneka,pembohong besar!! #KAPOKMILIHJOKOWI.” tulisnya sebagai pengantar fotonya ketika masih menjadi salah satu pendukung Jokowi.

Selain Arif banyak lagi pendukung Jokowi, baik ketika mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, maupun Capres,merasa ikut bersalah karena ikut memilih Jokowi, yang menurut mereka kepemimpinan Jokowi selama perjalanannya melaksanakan tugas sebagai presiden dianggap gagal oleh netizen.

Netizen banyak menyinggung persoalan janji janji Jokowi yang ternyata belum juga terbukti hingga memasuki waktu untuk pemilihan presiden berikutnya. Seperti janji akan membeli kembali provider Indosat, atau janji tidak akan berhutang kepada pihak luar negeri, namun kenyataannya utang selama pemerintahan Jokowi justru semakin naik tajam.

Bahkan persoalan yang paling sensitif adalah persoalan ketersedian lapangan kerja yang dijanjikan Jokowi, yang akan menyediakan 10 juta lapangan pekerjaan bagi warga Indonesia, namun ternyata tidak terbukti. Bahkan parahnya masyarakat justru terbelenggu dengan Keputusan Presiden terkait kemudahan kemudahan yang didapatkan oleh para TKA untuk bekerja di Indonesia.

Dan apapun alasan yang diungkapkan oleh pemerintah untuk membenarkan dibuatnya Kepres tentang TKA, justru semakin memperburuk citra presiden. Bahkan bukan hanya warga biasa, banyak dari mantan pejabat pejabat pada masa pemerintahan Jokowi justru ikut mengingatkan jika alasan yang dibuat justru tidak pantas untuk dibandingkan dengan keberadaan TKI di luar negeri.

“Sebenarnya banyak yang ikut menyesali namun mereka masih malu malu untuk mengakuinya, kita beri apresiasi kepada bung Arif yang sudah berani menunjukkan keberaniannya untuk mengungkap penyesalannya pada pilpres 2014 lalu,” ujar Heikal salah satu kader Partai Gerindra.

Dari penelusuran pada sosmed milik Arif hampir setiap waktu postingannya berisikan dukungan kepada hastag #2019GantiPresiden dan juga foto foto Prabowo Subianto diupload, seakan akan ingin menunjukkan jika dirinya pada pilpres 2019 nanti akan mendukung Prabowo jika maju sebagai Capres.

(jall)

loading...