PB, SULTRA – Salah satu warga dari Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjadi saksi mata langsung bagaimana mereka ternyata hanya merasa sebagai keklompok “pelengkap penderitaan” dan sekaligus menjadi penonton di negeri sendiri ketika sebuah perusahaan asal China, PT. Virtue Dragion Nickel Industry (PT. VDCNI) yang masuk untuk mengelola nikel di wilayah tersebut.

Rahmat Ramadhan harus mengelus dada ketika perlakuan pihak perusahaan kepada penduduk setempat yang menjadi pekerja, dirasakannya sangat tidak adil, jika dibandingkan dengan para pekerja yang berasal dari China yang secara jelas dan nyata baru saja bekerja dan belum cukup satu tahun.

Harapan Rahmat agar dirinya dan kawan kawannya yang sudah bekerja selama 1 tahun bahkan ada yang lebih, agar diangkat menjadi pegawai tetap ternyata tidak terbukti, hingga hari ini mereka tetap saja sebagai pegawai dengan sistim kontrak yang rentan dengan pemecatan tanpa pesangon, walaupun pelanggaran yang dilakukan baru sekali.

“Kami sudah bekerja selama satu tahun lebih dan janji akan diangkat menjadi pegawai tetap atau biasa disebut PKWTT, tapi beda dengan tenaga kerja dari China, walaupun masih baru masuk, tapi langsung diangkat menjadi pegawai,” ujar Rahmat melalui tulisannya yang dia posting ke sosial media.

Rahmat hanya bisa berharap kepada organisasi organisasi buruh, seperti Sahabat Mirah, FSPMI, KSPI untuk maju kedepan dan menekan pihak perusahaan agar bisa membuat perubahan yang berlandaskan keadilan sosial bagi warga asli Indonesia.

Bahkan Rahmat juga berharap dan menaruh harapan besar, agar pihak Kementerian Tenaga Kerja dan Komnas HAM untuk bisa melakukan perubahan dalam hal penegakan aturan yang dibuat, agar tidak hanya keadilan sosial saja, namun keadilan secara ekonomi juga semakin baik.

 

Saat ini kondisi di PT. Virtue Dragon Company Nickel Industry (VDCNI) antara pegawai yang warga negara asli Indonesia (pribumi) dengan pekerja dari TKA China bisa dikatakan semakin menjadi jurang. Karena perlakuan yang tidak adil yang diterima oleh warga asli, bahkan bisa dikatakan hanyalah sebagai pelengkap “penderitaan” agar bisa terlihat pihak perusahaan juga mempekerjakan warga setempat.

Dalam surat yang dibuat PT. VDCNI dan ditujukan kepada salah satu TKA asal China, dan ditandatangani oleh HRD perusahaan Arys Nirwan, menyatakan jika Lim Lie Hian diangkat menjadi pegawai tetap dengan jabatan sebagai Translator Smellter Molding.

(jall)

loading...