PB, JAKARTA – Salah satu penjual minuman ringan sejenis kopi sachet yang biasa berdagang di seputaran kawasan Monas, merasa terkejut ketika usai kegiatan yang dilakukan oleh pengunjung Pesta Rakyat Untukmu Indonesia, Sabtu (28/4/19) lalu, menyisakan tumpukan sampah dan dari pantauannya dirinya juga melihat rumput dan bunga bunga yang berada di taman ikut hancur terinjak oleh peserta yang datang.

“Mereka tidak seperti acara 212 lalu, manusianya banyak sampahnya tidak ada, bunga yang rusak juga tidak ada, acaranya kemarin itu, manusianya sedikit tapi kerusakannya banyak, sampahnya dimana mana,” ujar pria yang berbicara dengan logat Madura ini, kepada tim redaksi yang menemuinya ketika sedang mendorong sepeda yang dipakai untuk membawa dagangannya.

Pria yang menyebut dirinya bernama Saleh ini, tidak bersedia untuk difoto, namun dirinya berharap agar pihak Pemprov DKI tidak lagi memberikan ijin kepada para panitia yang menyelenggarakan acara Pesta Rakyat Untukmu Indonesia.

“Sebaiknya pemerintah (Pemprov DKI Jakarta -red) tidak usah beri ijin lagi, bikin kotor, nanti tidak ada pengunjung yang mau datang lagi, kita kita juga yang susah cari pelanggan,” ujarnya berharap kepada Gubernur Anies Baswedan.

Catatan yang dihimpun oleh media ini, pihak panitia penyelenggara sepertinya tidak terkoordinir dengan baik, bahkan panitia yang berasal dari relawan yang ikut membantu kerja panitia khusus, yang seharusnya mendapatkan pelayanan tersendiri justru harus ikut bersusah payah bersama dengan peserta lainnya.

Bahkan kemarahan para relawan ini, bukan hanya persoalan perlakuan atas tidak diperdulikan, namun juga ketika makanan yang mereka dapatkan dari antrian panjang, membuat mereka semakin marah, karena menganggap jika makanan yang ditaruh dalam kotak, hanya berisikan nasi dan dua buah potong Chicken Nugget.

Relawan “Pesta Rakyat Untukmu Indonesia”, Annisa Simanjuntak dan Eliz selaku panitia relawan Pesta Rakyat Untukmu Indonesia (sumber foto : Wartakota Tribunnews)

“Jangankan saya, anjing juga tidak mau makan makanan seperti ini, sama sekali tidak manusiawi cara kerja panitia memperlakukan relawan yang sudah kerja keras membantu mereka,” ujar salah satu relawan bernama Anisa dan Eliz yang lelah karena ikut menjaga dan mengamankan pembagian sembako.

Bahkan bukan hanya makanan yang disediakan oleh panitia untuk para peserta dan relawan, namun juga sembako yang dibagikan ternyata hanyalah barang busuk, seperti pernyataan seorang ibu yang sempat divideokan oelh seorang netizen yang kemudian dibagikan, memperlihatkan seorang ibu bersama dengan rekannya yang sengaja datang dari Jakarta Utara karena dibagikan paket sembako.

Namun ternyata paket sembako yang dijanjikan, hanyalah sekantung plastik minyak goreng dan beras satu liter, namuh beras yang dibagikan ternyata beras yang sudah busuk, bahkan menurut ibu tersebut dianggap tidak layak untuk di konsumsi.

Bahkan kupon yang diterima peserta, ternyata isinya tidak sesuai dengan kenyataan, karena Minyak Goreng di kupon 1 liter, ternyata hanya seperempat liter, gula juga demikian hanya seperempat dari janji 1 kg, kemudian beras dua kilo tapi hanya 1 kg.

Persoalan adanya pembagian sembako untuk para peserta yang hadir ternyata membuat pihak Pemprov DKI Jakarta marah, karena menurut perjanjian yang tertulis dan diajukan secara tertulis kepada Disbudpar selaku penanggung jawab Monas, jika selain atribut partai, termasuk dengan Pilkada maupun Pilpres, juga tidak akan dilakukan pembagian sembako.

Wakil Gubernur Sandiaga Uno berjanji akan meminta pertanggung jawaban dari Dinas terkait untuk mengetahui siapa panitia yang melanggar larangan yang sudah disepakati terkait dengan pembagian sembako.

Acara Pesta Rakyat Untukmu Indonesia, sarat dengan persoalan, baik secara intern antara pihak panitia penyelenggara dengan relawan, yang kecewa karena janji akan mendapatkan akomodasi gratis, namun kenyataannya justru keluar biaya sendiri, atau dengan peserta yang ternyata sembako yang berisikan beras busuk, juga persoalan sampah dan rusaknya taman, dan yang paling parah, banyak peserta yang terpaksa harus mendapatkan pelayanan kesehatan, bahkan sampai terdengar kabar jika dua orang anak meninggal dunia akibat rebutan untuk mendapatkan sembako.

(jall/sumber)

loading...