PB-Serikat Pekerja Garuda (Persero) Tbk dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) buka-bukaan tentang tentang dapur PT Garuda Indonesia (Persero) yang tengah dalam kondisi memprehatinkan.
Dalam jumpa Pers Rabu, (2/5/18) jam.14.00 Wib di pulau dua restouran Taman Ria Senayan Jakarta-Pusat.
Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Bersatu mendesak Presiden RI dan Menteri BUMN mengevaluasi kembali kinerja Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Evaluasi ini harus dilakukan guna membenahi kondisi perusahaan yang dinilai tengah terpuruk.
“Kami meminta Presiden dan Menteri BUMN untuk mengevaluasi direksi saat ini, dan melakukan pergantian direksi secepatnya dengan mengutamakan direksi yang profesional yang berasal dari internal PT Garuda Indonesia, itu sendiri” Ujar Ahmad Irfan, selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja BUMN

Ahmad menyatakan, standar internasional (SOP) di setiap perusahaan penerbangan, terdapat enam jajaran direksi. Namun, di kala Garuda sedang terpuruk, malah ada penambahan sebanyak sembilan (9) direksi.Pungkasnya.Ahmad Irfan.

“Standar penerbangan Industry yang ada di dunia hanya ada direktur utama. Sedangkan yang wajib Direktur Teknik (TE), Direktur Operasional (DO) Direktur Komersial, Direktur Keuangan, dan satu lagi Direktur Personalia,” Kata Ahmad Irfan.
“Lalu tambah Direktur Produksi, padahal ada direktur Operasional dan Direktur Teknik, sehingga ada keputusan yang bikin tumpang tindih. Kemudian Direktur Kargo dan Service . Sementara pendapatan di kargo kami tidak terlalu baik,” Imbuhnya.
Sebab, kata Ahmad Irfan penambahan direksi tidak didukung peningkatan kinerja. Hal tersebut sangat disayangkan para serikat pekerja (SEKAR) Ahmad Irfan mengaku pihaknya sudah berulang kali menyampaikan permasalahan tersebut.
“Garuda sudah rugi tambah direksi. Ini yang menurut kami sangat-sangat kurang tepat. Kami sudah sampaikan masalah ini berkali-kali,” Kata Ahmad Irfan Nasution.
Besar harapan kami pemerintah /pemegang saham dapat memenuhi permintaan tersebut, jika tidak dapar dipenuhi, maka dengan berat hati kami diwaktu yang tepat akan melakukan MOGOK.

Kami memohon maaf kepada masyarakat Indonesia dan seluruh penggurus jasa PT.Garuda Indonesia (Persero) Tbk atas dampak yang akan dialami dari kegiatan mogok tersebut. (Soewondo/203)

loading...