PB, Kendari – Direktur  PT. Konawe Putra Propertindo (KPP) Chen Chao Hong melalui Kuasanya Edy Wijaya menegaskan bahwa PT. KPP, belum pernah  melakukan transaksi penjualan dan pengalihan hak atas sejumlah tanah milik PT. KPP kepada PT. Virtue Dragon Nickel Industry Park (PT.VDNIP).

Selain itu Edy Wijaya juga menegaskan bahwa Leo Chandra memang tidak berkedudukan sebagai Komisaris ataupun Direksi di  PT. KPP.

“Tetapi yang bersangkutan adalah pemegang saham sebanyak 35 %  di PT. KPP melalui salah satu perusahaan miliknya  PT. Sugih Artha Mineral yang mana Komisarias perusahaan itu (PT Sugih Artha red) adalah Pak Leo (Leo Chandra Edward red),” ujar Edy saat Konfrensi Pers di Plaza Inn Hotel, Jum’at (25/5).

Lebih jauh Edy mengatakan Konfrensi Pers yang digelarnya merupakan upaya klarifikasi atas gencarnya pemberitaan tentang dijualnya aset tanah PT.KPP  kepada PT.VDNI.

“Juga karena adanya indikasi fitnah yang bertubi-tubi yang ditujukan kepada Leo Candra Edward,” ujar Edy yang saat itu didampingi oleh Chen Chao Hong dan Tomy yang merupakan Komisaris PT KPP.

Sebagaimana sebelumnya dalam pemberitaan di media oleh General Manager (GM) VDNI, Rudy Rusmadi mengatakan bahwa aset PT. KPP berupa tanah telah dijual dan berpindah tangan dari PT. KPP kepada PT.VDNIP beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Rudy Rusmadi  bahkan menyebarkan surat pernyataan/klarifikasi yang ditandatangani Direktur Utama PT. Konawe Putra Propertindo, Huang Zuochao, tertanggal 14 Mei 2018, yang isinya  menyatakan bahwa aset tanah PT.KPP telah di Jual  kepada PT.VDNI  dan menyatakan bahwa Sdr. Leo Candra Edward bukan anggota Direksi, anggota Komisaris ataupun pemegang saham ataupun bagian dari managemen perseroan PT. KPP oleh karena itu Leo Candra tidak memiliki kapasitas bertindak atau kewenangan yang mengatasnamakan perseroan.

Oleh karena itu Kuasa Direktur PT.KPP menegaskan bahwa meskipun nama Leo Chandra tidak termasuk di dalam manajemen PT KPP, namun yang bersangkutan merupakan salah seorang yang sangat berjasa dalam mendatangkan PT. KPP di Morosi.

“Bisa dikatakan Pak Leo, sebagai pembuka jalan bagi hadirnya Investasi smelter di Morosi. Semua orang tau itu dan bahkan warga di Morosi hampir semua tau itu siapa Pak Leo,” jelasnya. (Enel)

loading...