PB JAKARTA – Sengketa berkepanjangan dan tak berkesudahan di tubuh PT Nexcom Indonesia pada akhirnya membuat yakin Direktur PT Karya Telindo Nusantara (KTN)  ‎untuk menggugat pihak-pihak yang berseteru di dalamnya.

Kali ini sang Direktur PT KTN sesuai arahan hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang atas permintaan kuasa hukum PT Nexcom Indonesia agar PT KTN menggugat pihak-pihak lain yang terkait gugatan secara lengkap.

PT KTN menggugat pihak-pihak yang diuntungkan atas perbuatan melawan hukum para pengurus perseroan yang menyebabkan PT KTN menderita kerugian.

“Dalam gugatan didalilkan bahwa para pengurus perseroan tidak bekerja dan tidak melaksanakan kewajibannya, walaupun setiap bulan rutin menerima gaji,” kata kuasa hukum PT KTN, Azhari SH  di Jakarta, Sabtu (9/6/2018).

Dikatakan Azhari, dalam kesehariannya, para pengurus perseroan tersebut malah bekerja untuk kepentingan perusahaan lain.

Dia menyebutkan bahwa, PT KTN sebagai pemegang saham PT Nexcom Indonesia merasa dirugikan dengan tindakan para pengurus perseroan yang bekerja di tempat lain namun mengambil gaji di PT Nexcom Indonesia.

Menurutnya, selain terhadap PT Ciputra Development Tbk, gugatan juga dilayangkan terhadap PT Intertel Media Prima (Imprima) yang merupakan transformasi PT Media Intertel Graha pemegang saham ‎PT Katarina Utama Tbk (RINA) yang ditahun 2009 sempat menghebohkan dunia bursa saham, karena penggunaan dana Rp 28,5 milyar untuk kepentingan pribadi dari dana IPO yang terhimpun sebanyak Rp 33 miliar. Sengketa tersebut berbuntut didepaknya PT Katarina Utama dari Bursa Efek Indonesia.

Adapun sebelum pendaftaran gugatan tersebut dilayangkan, PT KTN yang beralamat di Permata Building di kawasan Jakarta Selatan ini juga telah melaporkan tergugat ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penggelapan. (Beby)

loading...