PB RUSIA –  Cerita Timnas lslandia hingga bisa tampil di Piala Dunia 2018 oleh sebagian kalangan masih dianggap bagai sebuah dongeng. Negara yang berpenduduk 334,252 jiwa ini kembali mengejutkan dengan mendapat satu tiket ke turnamen s‎epak bola terakbar seplanet bumi, untuk kali pertama. ‎

Cerita sukses yang menyertai kejutan Timnas lslandia di Piala Eropa 2016 membayangi Iangkah tim asuhan Heimir Halgrimsson ini di Piala Dunia 2018.

Ada beberapa hal yang membuat lslandia tampil mengejutkan di Piala Eropa 2016. Faktor teknis, tentu saja. Namun, tak banyak yang mengetahui ada faktor nonteknis yang‎ ikut mempengaruhi penampilan apik Islandia selama di Perancis dua tahun Ialu. ‎

Faktor nonteknis itu adalah makanan yang dinikmati Hannes Thor Halldorsson dkk. S‎elama tampil di Piala Eropa 2016. Timnas Islandia memiliki chef bernama Einsi Kaldi.

Chef asal Pulau Westman di pesisir selatan Islandia ini bertanggung jawab atas menu dan hasil olahan berupa makanan untuk s‎eluruh pemain. la ikut serta dalam rombongan tim.

Saat di Piala Eropa 2016, Kaldi memastikan‎ seluruh pemain Timnas Islandia menyantap hidangan sehat dan alami dengan menu khusus “seafood” karena masakan favoritnya berbahan baku ikan.

Bukan kebetulan karena Islandia terkenal dengan produksi ikan yang melimpah dan segar. Ia ingin seluruh pemain senantiasa menyantap olahan ikan yang sehat dan enak.‎

“Saya benar-benar menekankan masakan ikan dan saya meminta ikan yang kami olah hanya berasal dari Islandia. Saya ingin tahu kualitas bahan mentah yang akan saya masak, dan tentu saja saya ingin menyajikan produk berkualitas terbaik untuk tim,” kata Kaldi.

Sisa ceritanya bisa diketahui. Bisa jadi berkat makanan sehat dengan menu seafood yang alami‎, Timnas Islandia bisa membuat kejutan di Perancis dua tahun lalu.

Namun, pada Piala Dunia 2018, cerita sukses itu jadi tanda tanya. Hal itu karena Rusia memberlakukan embargo impor makanan kepada negara-negara barat termasuk Islandia, sebagai balasan sikap politik Islandia atas aksi Rusia terhadap Ukraina. Embargo itu diberlakukan Rusia hingga akhir 2018.

lmbasnya, Asosiasi Sepak Bola Islandia (KSI) sempat kerepotan dalam menyiapkan bahan makanan untuk timnas. Embargo membuat KSI harus bergantung sepenuhnya pada bahan makanan yang berasal dari Rusia saja.

Alhasil, tak ada lagi ikan segar asli Islandia yang bakal disantap Aron Gunnarsson cs di Rusia kali ini. Meski begitu, KSI mengaku tak khawatir dengan kualitas bahan makanan yang ada di Rusia.

CEO KSI, Klara Bjartmarz, menegaskan pihaknya juga sudah melakukan antisipasi‎ sehingga persiapan je|ang Piala Dunia kali ini, disebutnya lebin baik ketimbang saat Piala Eropa 2016.

“Kami memang harus kerja keras saat mengirim dalam jumlah besar perlengkapan tim seperti pakaian, alat-alat yang dibutuhkan untuk Iatihan, hingga persediaan obat-obatan. Kami bolak-balik berurusan dengan Pabean Rusia. Beruntung, semuanya berjalan Iancar,” kata Bjartmarz.

“Untuk makanan, kami tak khawatir meski harus mengandalkan sepenuhnya dari Rusia. Kami telah mengatur setiap makan, setiap Iatihan, setiap pertemuan, semuanya.

Semestinya tidak akan ada yang terjadi di luar rencana saat di Rusia,” imbuh Bjartmarz.

Nah, apakah kehilangan ikan asli lsIandia dalam daftar menu makanan favorit di Rusia b‎akal mempengaruhi performa Timnas lsIandia di Piala Dunia 2018?. (Beb‎)


loading...