PB – JAKARTA – Ekonom senior Rizal Ramli mengingatkan pemerintah tentang kebijakan politik luar negeri bebas aktif yang digagas Presiden pertama Soekarno.

Menurutnya jangan karena pertimbangan pragmatis dan proyek, Indonesia terlalu mesra dengan Tiongkok. Hal ini lah yang membuat kebijakan politik bebas aktif seakan diabaikan.

“Ini tidak bagus jika dilihat dari kewibawaan kita berdasarkan amanat konstitusi,” ujar RR biasa disapa di halaman Masjid At-Tin, TMII, Jakarta, Minggu, (17/6).

Rizal menjelaskan bukan dirinya saja yang menilai Indonesia terlalu pro terhadap Tiongkok. Saat berkunjung ke Amerika Serikat, beberapa tokoh Partai Republik juga mempertanyakan kebijakan tersebut.

Menurutnya hal ini berbeda dengan Bung Karno yang tidak memihak blok kapitalis maupun komunis.

“Itu pernah dipraktikkan oleh Bung Karno saat membuat non blok, kita independen tidak mihak blok komunis atau kapitalis, Amerika,” bebernya.

Capres alternatif pilihan rakyat ini berjanji jika dipercaya memimpin Indonesia, ia bakal mengembalikan kebijakan non-blok Indonesia. Sehingga kebijakan yang dibangun tidak condong ke Beijing maupun Amerika.

“Kita bukan antek Beijing, maupun antek Amerika, kita adalah negara yang berdaulat dan independen,” pungkasnya. (Red***)

loading...