PB – JAKARTA – Kasus kematian  salah seorang suporter wanita Persija (Jak Angel)  hingga kini belum juga menemui titik terang. Investigasi kematian SR, 23 tahun masih jalan di tempat.

SR diketahui meregang nyawa pada 24 April lalu, setelah nobar laga Persija di kawasan Kebayoran Lama. Kuasa Hukum SR, Dennis Wibowo menjelaskan, penyelidikan terhadap kematian SR sangat lamban.

Keluarga telah memakamkan SR di TPU Tegal Alur, dua bulan lalu. Kuasa hukum keluarga korban, Dennis Wibowo menjelaskan, korban SR meregang nyawa setelah terlibat cekcok dengan sang kekasih.

“Informasi yang kami terima, SR cekcok dengan kekasihnya selepas nobar. Dia sempat dilarikan ke RS Dr Suyoto Bintaro sebelum meninggal,” kata Dennis,  Sabtu (23/6/2018).

Dia mengatakan, proses otopsi jenazah korban belum dilakukan Kepolisian Resort Jakarta Selatan. Kuasa hukum SR lain, Ahmad Rohimin. Dia meminta pihak kepolisian segera mengungkap tabir kematian SR dan meringkus pelakunya.

“Polisi sudah harus menangkap pelaku karena dugaan penganiayaan berat atau pembunuhan. Dalam pasal 351 dan atau 338 KUHP Pidana jelas ancamannya maksimal 15 tahun penjara,” jelas Ahmad.

“Kami juga meminta pertanggungjawaban dari Persija. Mengingat almarhumah ini cukup aktif dalam sejumlah kegiatan Persija,” tambahnya.

Sementara itu, kakak kandung korban, Tusilawati mengaku heran atau lambannya penanganan kasus kematian yang menimpa adiknya. Dirinya bahkan mempertanyakan sikap Persija Jakarta ataupun pengurus Jakmania yang tak juga memberikan keterangan terkait kematian SR.

“Kepolisian bahkan belum melakukan otopsi.” ungkapnya. (Beby)

loading...