PB – Jakarta – Rumah kediaman tokoh nasional, Rizal Ramli, di jalan Bangka IX No 49 R Jakarta Selatan, Rabu (04/07) didatangi lebih dari 250 warga jakarta, Kedatangan mereka guna menyampaikan keluh kesah soal kondisi ekonomi dan memberikan dukungan terhadap ekonom senior berjulukan “rajawali ngepret dan rajawali bangkit” itu untuk maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Maryati, salah seorang warga Bukit Duri, Jakarta Selatan mengaku resah dengan kondisi ekonomi sekarang ini. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, harga bahan bakar minyak yang melonjak, dan tarif dasar listrik yang mahal telah membuat ekonomi masyarakat menjadi semakin terpuruk.

“Kami sebagai rakyat kecil hidupnya sudah susah, tapi kenapa pemerintah malah menaikan harga kebutuhan pokok, TDL, dan harga BBM. Terlebih lagi, kita untuk cari kerja aja susahnya minta ampun. Ini ibarat kita sudah jatuh tertimpa tangga,” keluh Maryati.

Maryati menaruh harapan besar pada Rizal Ramli, mengingat banyak hal yang sudah dilakukan mantan Menko Ekuin era pemerintahan Abdurahman Wahid itu dalam memperjuangkan rakyat.

“Waktu Pak Rizal jadi Menteri-nya Jokowi, TDL aja gak naik. Kita beli pulsa listrik gak ada tuh yang namanya potongan-potongan administrasi. Kami semua menaruh harapan besar pada Pak Rizal. Pak Rizal harus bersedia jadi presiden,” tukas Maryati.

Masih kata Maryati, seluruh rakyat pasti ingin hidup makmur. Bukan seperti sekarang yang hanya dirasakan sebagian golongan.

“Kita semua ingin hidup lebih baik. Jangan banyak pengangguran. Sekarang harga segala-galanya naik. Makanya enggak ada perubahan jadi gimana. Yang susah makin susah. Mudah-mudahan bapak terpilih. Insya Allah,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Rizal Ramli pun tak menyangka ada banyak warga yang datang tiba-tiba ke rumahnya untuk menyampaikan keresahan atas kondisi ekonomi sekarang ini, sekaligus memberikan dukungan sebagai capres di Pilpres 2019.

Usai menyimak satu persatu keluhan dari setiap warga yang bertandang ke rumahnya, mulai dari harga kebutuhan pokok yang masih tinggi hingga kekhawatiran warga akan naik dan langkanya LPG 3 KG yang disubsidi, Rizal Ramli-pun terngian masa lalunya yang begitu pahit.

“Saya tahu betul keresahan bapak dan ibu, kaena saya pernah mengalami hal itu. Saya sudah hidup mandiri sejak usia 6 tahun karena yatim piatu. Saya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, di antaranya untuk bisa melanjutkan kuliah. Untuk melanjutkan kuliah di ITB, saya harus bekerja sebagai mandor di sebuah percetakan di daerah Kebayoran, Jakarta,” kisa Rizal kepada warga yang sangat antusias mendengarkannya.

Tak lupa Rizal Ramli juga mengajak warga ke ruang kerjanya secara bergantian. Di ruang kerjanya, Rizal Ramli menunjukkan lukisan dari seorang sahabatnya yang memberinya inspirasi dalam memperjuangkan nasib rakyat Indonesia. Rizal Ramli menunjukkan lukisan tentang anak kecil yang dibalut oleh merah putih.

“Artinya, kebijakan negara atau pemerintah harusnya benar-benar ada nilai nasionalisme yang membela rakyat dan memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia,” tandas Rizal Ramli. (REd***)

loading...