PB, Tangerang- Sebanyak enam puluh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan turut memeriahkan gelaran APKASI Otonomi Expo Indonesia di Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Sabtu (7/7).

Para WBP berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita (LPAW) Tangerang, Lapas Perempuan (LPP) Kelas II A Tangerang, Lapas Kelas III Bekasi, dan LPP Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi, Harun Sulianto, menyampaikan bahwa kegiatan kesenian merupakan salah satu program pembinaan kemandirian dan kepribadian bagi WBP.

“Mereka diberikan berbagai pembinaan dan pelatihan sesuai dengan minat mereka. Meskipun sedang dalam keadaan yang terbatas, para WBP tetap beraktifitas seperti biasa. Pembinaan diberikan untuk membekali WBP agar siap kembali ke masyarakat,”ujar Harun.

Gelaran APKASI Otonomi Expo 2018 memberikan kesempatan bagi WBP untuk menunjukkan bakatnya dan mempromosikan serta memasarkan berbagai produk kreatif baik sandang maupun pajangan.

“Sebagai cinderamata, kami memberikan miniatur perahu yang terbuat dari lintingan limbah kertas, batik tulis serta hiasan ondel-ondel. Semuanya adalah hasil karya WBP,” ucap Harun saat memberikan cinderamata kepada perwakilan APKASI.

Selain dapat menikmati pertunjukan seni, para pengunjung juga dapat menikmati berbagai kuliner dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Stand Direktorat Jenderal Pemasyarakatan turut memamerkan berbagai produk kreatif seperti aksesoris dan hiasan dinding serta terdapat coffee corner kerjasama JEERA Foundation dan Rutan Cipinang. APKASI Otonomi Expo berlangsung selama tiga hari dari tanggal 6 – 8 Juli 2018. (Humas Ditjenpas/Mal)

loading...