PB JAKARTA – Calon Presiden 2019 Rizal Ramli menyebutkan secara tegas bahwa penetapan ambang batas pencalonan presiden (President Threshold/ PT) sebesar 20 persen yang berdasarkan perolehan kursi parlemen di pemilu 2014 lalu disebut sebagai pembohongan publik.

RR sapaan akrab Rizal Ramli ‎mengungkapkan bahwa hal itu disebabkan ketika itu rakyat tidak tahu suaranya bakal dipakai pada pemilu lima tahun berikutnya.

“Kita tidak dikasih tahu bahwa‎ suara kita akan menentukan pilpres 2019, jadi kita dibohongi,” tegas RR di Jakarta, Senin (9/7).

‎Menurut dia, seharusnya pemerintah dalam hal ini penyelenggara pemilu memberi informasi kepada rakyat bahwa hasil pemilu 2014 akan dijadikan landasan untuk menentukan atau mencalonkan presiden tahun 2019 yang akan datang.

“Kita dibohongi, suaranya digunakan untuk memilih presiden tahun ini. Kecuali dikasih tahu nih, yang saudara pilih ini buat milih presiden lima tahun mendatang,” ‎jelas Rizal Ramli.

Karena itu Rizal mendesak agar sistem ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen untuk dihapuskan dan menjadi nol persen. Sehingga siapapun warga negara bisa mencalonkan dirinya sebagai presiden.

“Kami mohon hapuskan (PT), silahkan siapapun mau maju capres asalkan didukung partai politik,” sambungnya. (Beby)

loading...