PB JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan bahwa tiga partai besar di tanah air bersaing merebut kemenangan pada Pemilu Legislatif 2019. Peneliti LSI, Rully Akbar menyebut, tiga partai tersebut, yakni PDIP,  Gerindra dan Golkar.

“Saat ini hanya PDIP,  Gerindra dan Golkar yang paling potensial menjadi pemenang Pileg 2019,” kata Rully di Jakarta, Rabu 25/07 lalu

Hasil Pilkada 2018 kata dia ternyata tidak berpengaruh pada peta kekuatan partai menjelang Pileg 2019. Hasilnya, kekuatan elektoral masing-masing partai tak beranjak jauh dari perolehan partai-partai sebelum Pilkada 2018.

“Tiga partai teratas masih ditempati PDIP, Golkar, dan Gerindra. Meski persentase kemenangan PDIP dan Gerindra di Pilkada 2018 di bawah 50 persen, tetapi dukungan terhadap kedua partai ini secara nasional masih stabil,” jelasnya. Ketiga partai ini mendapat sebutan divisi utama.

Lalu ada partai yang masuk kategori divisi dua atau menengah, yakni PKB, Demokrat dan PKS. “Ketiga partai ini bisa mengalami peningkatan suara jika terasosiasi secara kuat dengan salah satu capres di 2019 atau punya program populer yang menyentuh pemilih mayoritas,” kata Rully.

Partai yang elektabilitasnya di bawah empat persen, tetapi punya peluang untuk tetap meloloskan wakilnya di parlemen, yakni PPP,  Perindo, Nasdem dan PAN. Keempat parpol ini masuk kategori divisi tiga

Kendati demikian, lanjut Rully, keempat partai yang masuk kategori divisi tiga ini harus melakukan kerja ekstra untuk branding partai secara nasional. Selain itu, empat partai ini harus memilih caleg yang punya magnet elektoral untuk bertarung di dapil dan menggerakkan masin partai sejak dini.

“Hal ini agar tetap menjaga kans partai-partai ini lolos parliamentary threshold (PT) empat persen,” ujarnya.

Sementara itu, partai yang masuk kategori divisi empat alias parpol gurem berdasarkan hasil survei LSI Denny JA pada Juli 2018 ini sebanyak enam parpol, yakni PSI, Partai Garuda, Hanura, PKPI, PBB, dan Berkarya. (Beby)

loading...