PB Siantar – Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Siantar Simulungun  unjuk rasa Senin (6/08), mendatangi gedung Kejaksaan Negeri Kotamadya Pematangsiantar di Jalan Sutomo aksi yang digelar puluhan orang ini sempat memanas saat pihak kejaksaan mengunci pagar gerbang masuk utama Hingga massa unras hampir memanjat pagar untuk masuk ke halaman Kejaksaan Negeri Siantar menyampaikan aspirasinya.

Koalisi mahasiswa dan pemuda siantar simalungun ( KOMPAS) mendesak Kejaksaan segera mengusut tuntas kasus pemerasan tehadap 11 kepala sekolah ini yang diduga sarat korporasi permainan mafia hukum mengingat kasus ini sudah menahun mengendap dikejaksaan negeri siantar.

Massa Kompas meminta Kejaksaan segera menetapkan status tersangka terhadap oknum oknum yang terlibat dalam permasalahan dimaksud dan bukan mendiamkan kasus ini yang mengindikasikan adanya perananan mafia hukum .

Massa yang kecewa dengan kinerja kejaksaan negeri siantar atas lambannya menangani kasus kasus dan bahkan sampai mengendap dikejaksaan negeri kota pematangsiantar hampir melakukan aksi bakar ban yang langsung diterima dan dijawab oleh KASI INTEL KEJARI Pematangsiantar HARRY PALAR SH.

Kepada massa, Harry Palar menjelaskan, kasus ini akan segera kita lanjuti dan memang masih dalam proses penyidikan “Kami (Kejaksaan) sebenarnya masih mengumpulkan bukti bukti yang berhubungan dengan kasus ini ” . Terangnya yang menyisakan tanya mengingat tenggang waktu yang sudah cukup lama setelah kasus ini diangkat kepermukaan oktober tahun lalu hingga saat ini namun tidak ada kepastian status hukumnya.

Massa koalisi mahasiswa dan pemuda siantar simalungun ( KOMPAS ) membubarkan diri dan memastikan “konsistensi sikapnya dalam mengawal permasalahan ini untuk kembali menggelar aksi lanjutan pada kamis (09 agustus 2018) masih dengan agenda yang sama dengan massa yang lebih besar lagi” ujar Arif Harahap selaku koordinator aksi.(Tony/red)

loading...