PB JAKARTA – Kasus merampok uang rakyat kian marak di tanah air. Tak hanya dilakukan oleh para pejabat yang berada di pusat negara, namun juga oleh banyak pejabat di daerah.Penegakan hukum yang lemah dan supremasi hukum yang carut-marut disinyalir menjadi faktor utama maling uang rakyat kian bertambah.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengatakan Indonesia surga bagi koruptor. Menurutnya, ada tujuh hal yang membuat para koruptor merasa nyaman di Indonesia.

Pertama, kata dia, hanya di negara Indonesia korupsinya dilakukan berjemaah. Yuntho mengaku tak menemukan hal seperti ini di negara-negara lain. ‘Dua menteri agama korupsi. Lalu hanya di Indonesia koruptornya nyaman di penjara,’ kata Yuntho di Jakarta Pusat, pekan lalu.‎

Menurut Yuntho, lembaga permasyarakatan (lapas) seperti di Sukamiskin sangat nyaman oleh para terpidana korupsi. “Penjara di sana kayak kost-kostan,” ujarnya.

Selain itu, ia menyebut vonis putusan hukuman bagi terpidana korupsi tidak menjerakan. Sebab, kata dia, hukumannya terlalu ringan bagi koruptor tersebut. “Rata-rata vonis korupsi cuma dua tahun dua bulan dan tidak dimiskinkan. Dengan mereka masih kaya, membuat mereka masih bisa berinvestasi. Ini yang bisa menjadi catatan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, mantan koruptor masih bisa mendaftar pada pemilihan anggota legislatif. Menurutnya, hanya koruptor di Indonesia yang selesai menjalani hukuman masih bisa eksis.

“Cuma di Indonesia yang dia nyaleg kepilih. Hanya di Indonesia koruptor itu dapat keistimewaan boleh nyicil uang pengganti kasus korupsi, di negara lain tidak boleh. Harusnya pilihannya hukuman ditambah,” tandasnya.

Ia menambahkan hanya di Indonesia yang melakukan pelantikan di lapas terhadap kepala daerah tersangkut korupsi. Ia meyakini ke semua hal ini yang membuat para koruptor merasa nyaman di Indonesia.

“Salah satu kritik juga. Koruptor di Indonesia kalau ditangkap tidak pernah diborgol dan makin eksis. Ke depan jangan pakai rompi saja, pakai baju tahanan sekaligus diborgol,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan pula oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Indonesia, kata dia, memang surga bagi para koruptor.

“Jenis koruptor seperti apa yang menjadikan Indonesia surga bagi koruptor, yaitu koruptor yang berjemaah. Jadi, koruptor yang secara bersama-sama itu akan menjadi aman dan menjadi surga bagi mereka, bahkan sampai mereka kepenjara dan dihukum,” ucapnya.

Berbeda dengan korupsi secara sendiri. Dahnil mengatakan lebih mudah menangkap koruptor sendiri dibanding korupsi bersama-sama. “Kalau cuma koruptor yang sendirian, itu gampang ditangkap dan selesai dihukum seberat-beratnya enggak masalah. Tapi, mereka yang korupsi terkoneksi dengan kekuatan akan susah ditangkap,” tegas dia.‎ (Beby)

loading...