PB Jakarta – Akhirnya kita bisa mengetahui siapa2 yg akan berlomba dlm PILPRES 2019-2024 yakni Jokowi-Ma’ruf Amin atau (JWMA) dan Prabowo-Sandiaga Uno atau (PSSU). Kelihatan perlombaan ini tak berimbang dengan nelihat kondisi bangsa saat ini yg carut marut.
Dari segi penampilan pasangan JWMA jauh benar dari pasangan PSSU. PSSU menang mutlaq dari JWMA. PSSU gagah, ganteng, genius, muda dan berkarakter. Beda dengan JWMA dari segi performans tidak meyakinkan. Dari segi keilmuan JWMA hanya unggul di MA tapi itu hanya dalam sisi agama. Bagaimana dlm penguasaan ilmu perkonomian? pasangan JWMA tertinggal jauh sekali dari pasangan PSSU.

Takdir Tuhan …

Begitu alotnya mencari cawapres pada pilpres saat ini karena sesuai dengan kebutuhan bangsa dan negara yg mau kolaps. Dibutuhkan cawapres bukan hanya untuk menarik massa agar bisa menang pilpres tapi juga dibutuhkan sosok pemimpin yang bisa membawa bangsa ini agar tidak terpuruk pada kehancuran ekonomi yg makin parah dengan hutang yang bertumpuk. Sekaligus dibutuhkan pemimpin yang benar2 diterima alam karena dia menghargai Islam dan umat Islam. PSSU adalah pasangan yang kuasai benar tentang perekonomian bangsa. Apalagi mereka berdua sebagai pelaku dalam dunia usaha di negeri ini. Saya tidak bisa membayangkan bila dalam debat kandidat antara Kyai Ma’ruf dgn Sandiaga soal materi bagaimana membangun bangsa tanpa harus berhutang atau materi bagaimana menurunkan dollar yang hampir mencapai 15 ribu rupiah. Di kitab2 kuning gak ada pembahasan tentang itu jadi penulis berandai2 kira-kira Pak Kyai mau jawab apa ya …..? Dikala UAS ulama muda bersikeras gak mau menerima jabatan cawapres karena merasa tidak punya kemampuan disitu, tapi Pak Kyai Ma’ruf yang dari kalangan ulama sepuh dan tua tanpa tedeng aling-aling langsung menerima itu sebagai suatu anugrah. Yang kasihan sang profesor penjaga pancasila udah mau fitting baju dan ngisi CV tp tidak dipilih. Padahal udah berdarah2 membela Jokowi sampai ke ubun2 sambil menyinyir saudara2 sesama muslim dari kubu oposisi. Hilang akal sehat mereka, walaupun profesor doktor titelnya, kalau sudah masuk jadi penjilat penguasa.
Takdir Tuhan tidak bisa dilawan. Dikala UAS gak bersedia jadi cawapres mereka pilihan jatuh pada Sandiaga Salahuddin Uno. Dan sudah pasti para Ulama tidak akan menolak Sandiaga Uno yang dengan rela bin ikhlas melepas jabatannya sebagai wakil Gubbernur DKI Jakarta.

KECERDASAN PRABOWO …

Prabowo memang ahli strategi. Tatkala UAS tidak mau maka beliau harus mencari sosok pengganti yang mendekati dengan keputusan ijtimak ulama supaya berkah dan tidak disumpahin ulama. Memcari ulama sekelas UAS saat ini yg ustadz rasa wapres tidak ada. Habib Salim Sagaf Aljufripun gak bersedia krn beliau bukan petarung yg handal. Mau cari ganti asal sesama ulamapun beresiko bakal kalah. Pdhal kita berkeinginan ganti presiden di 2019. Maka pilihan Prabowo terhadap Sandiaga Uno adalah pilihan yg tepat dan jitu. Dia lahir dari generasi modern yang sangat taat sama agama. Puasa senin kamis selalu dijalanin. Shalat duha tidak pernah ditinggal apalagi shalat 5 wkt secara berjama’ah di masjid. Juga shalat tahajud. Pokoknya pilihan Prabowo ini tdk mengecewakan Ulama dan umat Islam. Dari kalangan pengusaha Sandi mendapat respon positif. Terbukti saham perusahannya di bursa efek naik sekian persen. Jadi prajurit yanh ahli perang benar2 diterapkan Prabowo dalam pertarungan di pilpres saat ini. Hanya dengan KECURANGAN TINGKAT DEWAlah yang bisa mengalahkan pasangan PSSU ini.
Apalagi para cebongers bin taikers jadi mati rasa pengen muntah darah tatkala Jokowi memilih KH. Ma’ruf Amin sbg pendampingnya dalam pilpres. Sebab mereka belum lupa bahwa fatwa Pak kyai maka si mulut jamban koh napi ahok masuk penjara. Diantara mrk sudah ada yang bersuara mau golongan putih. Tidak tahu juga para banci, bencong, LGBT bin mahnus akan jg ikut2 jd golput …..? Semoga iya agar kemenangan PSSU semakin nyata dengan terwujud nawaitu kita yakni 2019 GANTI PRESIDEN.

Mari kita dukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (PSSU) agar bisa memenangkan pilpres 2019-2024. Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri. Jgn kita tinggalkan Allah dalam menumbangkan rezim penyiksa Ulama dan aktivis ini.

Wallahu A’lam.

 

Penulis : Moh Naufal Dunggio

Sekretaris KDK MUI Pusat.

Ketua LDK PWM DKI Jkt.

loading...