PB JAKARTA  – ‎Teknologi Blockchain bisa membawa dampak riil untuk akselerasi perekonomian Indonesia. Akses terhadap data yang granular, terhubung dan terbuka akan sangat berharga untuk mengambil keputusan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi bagi sektor usaha dan mendukung pemerintah untuk menentukan kebijakan, demikian dikatakan mantan Menteri Keuangan RI periode 2013-2014, Chatib Basri di Grha Tirtadi, Jalan Senopati, Jakarta Selatan.

Chatib Basri menjelaskan, Blockchain‎ bisa menyelesaikan banyak masalah. Mulai dari perekonomian, sosial dan sebagainya. “Untuk implementasi Blockchain Indonesia baru berada di level permukaan, makanya masyarakat perlu diedukasi lagi tentang apa itu Blockchain,” saran dia.

Indonesia Blockchain Hub (IBH) diketahui merupakan gerakan kolektif dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dan HARA‎ selaku pegiat Blockchain di Indonesia bertujuan sebagai gerbang utama untuk membuka jaringan ekosistem antar pegiat Blockchain di Indonesia dan global, serta menjadi wadah untuk berbagi dan belajar pengalaman.

Menurut pendiri sekaligus CEO HARA, Regi Wahyu, secara fundamental, kelebihan Blockchain yang tidak dapat dimanipulasi dan transpara ini membawa dampak menjanjikan dalam merevolusi banyak industri dan bisnis di dunia. Banyak yang mengatakan bahwa seperti revolusi komunikasi yang didukung oleh internet; Blockchain akan merevolusi transaksi.

“Revolusi Blockchain akan mempermudah transaksi antara seluruh lapisan masyarakat sampai UMKM ataupun petani seperti yang sekarang sudah mereka nikmati melalui penetrasi internet,” terang Regi Wahyu di Jakarta Selatan, Kamis (16/8/2018).

Teknologi Blockchain dikembangkan kurang dari 10 tahun lalu masih terus berkembang untuk menemukan solusi-solusi baru. Dalam situasi ini, Indonesia berpotensi untuk tumbuh setara dengan negara lain, termasuk negara maju yang sedang giat mengembangkan bisnis melalui teknologi ini.

Teknologi Blockchain dapat meningkatkan daya saing bisnis san memperkuat peringkat Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk ke dalam 20 negara besara yang memiliki Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tertinggi di dunia.

“Dengan m‎enerapkan teknologi Blockchain pada bisnis, Indonesia dapat lebih kompetitif. Teknologi ini dapat diterapkan dalam berbagai sektor, salah satunya dalam ekonomi kreatif,” kata Vice Chairman Badan Ekonomi Kreatif , Ricky Pesik.

Ricky menjelaskan bahwa UMKM di bidang ekonomi kreatif dipercaya juga dapat mengadopsi teknologi Blockchain yang penerapannya relatif terjangkau untuk mencapai hasil bisnis yang lebih optimal.

Dengan penerapan teknologi Blockchain, Indonesia mempunyai kesempatan untuk menjadi yang terdepan dalam revolusi Blockchain yang berdampak pada perkembangan bisnis di berbagai sektor. (Beby)‎

loading...