PB JAKARTA – DPN PERADI di bawah pimpinan Juniver Girsang menghimbau seluruh profesi Advokat untuk mengetahui dan memahami sistem aplikasi e-court yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Bagi Advocat yang tak melek teknologi informasi, siap-siap bakal kehilangan kliennya.‎ Pasalnya, jika Advokat tidak mengikuti sistem administrasi perkara di Pengadilan secara elektronik atau aplikasi e-court, maka konsekuensinya ia tidak akan mendapatkan pelayanan dari Pengadilan.

Ketua Umum DPN PERADI, Juniver Girsang menilai sistem aplikasi e-court merupakan kemajuan fenomenal dari Mahkamah Agung (MA) dalam memenuhi asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan. Namun demikian, aplikasi ini masih menyimpan berbagai persoalan bagi kalangan Advokat.

“Pemberlakuan e-court ini dapat menyulitkan Advokat dalam mengurus perkara kliennya, karena bagi Advokat yang tidak mengikuti sistem ini tidak akan mendapatkan pelayanan dari Pengadilan, padahal ia sudah menjadi kuasa dari kliennya,” beber Juniver Girsang di Gedung Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dikatakan Juniver, melalui penggunaan aplikasi e-court, Advokat dalam menangani perkara perdata tidak perlu lagi datang ke Pengadilan untuk mendaftar, tetapi cukup melalui e-filling. Sehingga, mempersempit adanya interaksi langsung antara Advokat dan pegawai pengadilan.

“Akan tetapi, yang menjadi persoalan lainnya adalah, Advokat tidak bisa lagi selalu berpindah-pindah kantor. Karena e-mail yang didaftarkan tidak bisa sembarangan diganti. Hal ini tentu akan menyulitkan, karena perpindahan kantor di kalangan Advokat hal yang lumrah terjadi,” lanjut Juniver Girsang.

Menurutnya tak main-main memang, aplikasi e-court ini. Di satu sisi, aplikasi ini akan memudahkan proses administrasi perkara perdata secara elektronik di Pengadilan, namun di sisi lain, aplikasi e-court justru dapat menjadi penghalang bagi kerja Advokat yang tidak mengikuti aplikasi ini. Lantas, sudah siapkah para Advokat dengan aplikasi e-court ini?

Untuk menjawab permasalahan ini, maka Juniver Girsang akan mengadakan sosialisasi aplikasi e-court bagi para Advokat.

“Sosialisasi ini berlaku untuk seluruh Advokat tanpa memandang organisasinya,” tegasnya sembari menambahkan, sekalipun sosialisasi ini merupakan gagasan PERADI yang dipimpinnya, namun acara ini bisa dihadiri oleh Advokat lintas organisasi. “Yang penting dia adalah Advokat,” katanya.

Adapun kegiatan sosialisasi e-court yang digelar PERADI pimpinan Juniver Girsang ini merupakan yang ke empat kalinya. Sosialisasi e-court di Kantor Pengadilan Tinggi Jakarta kali ini  diikuti oleh 250 Advokat. Sebelumnya sosialisasi yang sama berlangsung di hotel Pullman Jakarta Pusat serta dua wilayah lainnya. (Beby Hendry)

loading...