PB DEPOK – Penyidik dari kepolisian Polres kota Depok, Jawa-Barat telah mengajukan nama mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Sekda Depok, Harry Prihanto untuk dilarang bepergian ke luar negeri.

‎Pencekalan mantan penguasa Depok dua periode ini dilakukan guna memudahkan proses penyidikan setelah keduanya ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Jalan Nangka, Tapos, Depok.  Adapun pembebasan jalan yang dimaksud mencapai 500 meter dengan potensi kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah.

Menurut Kepala Kepolisian Resort Kota Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto, kepolisian sudah berkoordinasi dengan instansi lain untuk mencegah keduanya pergi ke luar negeri.”Sudah dilakukan koordinasi agar keduanya dicegah ke luar negeri,” kata Didik di Depok, Rabu (29/8/2018).

Dikatakan Didik, dalam proses penyidikan kasus ini, tim menemukan perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan kedua tersangka. Saat ini, tim terus mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat pembuktian.

“Nanti pada saatnya kalau sudah mencukupi kami akan melakukan pemanggilan kepada saudara NMI dan HP untuk proses lebih lanjut,” beber dia. (Beby Hendry)

loading...