PB JAKARTA – Sebanyak 300 pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Kerukunan Usahawan Kecil Dan Menengah Indonesia (KUKMI) yang berjualan di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur menolak di relokasi.

Mereka beralasan tempat relokasi yang dirasa jauh. Selain itu ditempat relokasi tersebut nantinya para pedagang bakal dikenakan biaya sewa bangunan atau pun gerobak yang telah disediakan oleh PT JIEP. PT JIEP (Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung) diketahui merupakan perusahaan BUMN-BUMD‎ yang melakukan pengelolaan di kawasan Pulo Gadung.

” Kami merasa keberatan atas rencana relokasi, selain itu kami juga memikirkan jarak yang bakal ditempuh para buruh ( dikawasan Pulo Gadung) yang makan siang akan semakin jauh ke tempat kami dagang,” ujar Nana Sudrayana di Pulo Gadung, Jaktim, Rabu (5/92018).

Nana menambahkan, jika dikenakan biaya sewa perhari kepada para PKL yang direlokasi‎, maka mau tidak mau dirinya bersama para pedagang lainnya akan menaikkan harga menu yang dijual ke para buruh atau pun masyarakat lainnya.

Sebelumnya, pada Selasa (4/9) sore, para PKL diundang untuk kegiatan sosialisasi rencana relokasi, namun di lokasi tersebut para PKL langsung disodori formulir ‘surat minat menempati ruangan’ Food Center Rawabali. Pengundang diketahui bernama Vera yang merupakan koordinator tim relokasi PKL dari PT JIEP.

Lantaran hal tersebut, Ketum Kukmi, Azwir menolak tegas pemberian formulir. Azwir beranggapan bahwa rencana relokasi tersebut bakal merugikan ratusan PKL di kawasan tersebut.

“Lawan untuk kebenaran, relokasi tidak pernah menguntungkan untuk para pedagang, harga mahal dan sewanya juga mahal, formulir jangan di isi ditandatangani apalagi dikembalikan” tambah Azwir.

Dia mengatakan, akan membuat surat yang ditujukan kepada direksi PT JIEP yang tembusannya akan saya kirimkan ke Presiden, Wapres, Ketua DPR, Ketua DPRD, Gubernur DKI dan pejabat tinggi lainnya.

‎PT JIEP kata dia harusnya memberi kenyamanan kepada para pedagang kaki lima karena mereka sudah 35 tahun berjualan disini.

Terpisah, Humas PT JIEP membenarkan adanya pembongkaran di jalan Pulobuaran 2 pada Selasa kemarin pukul 14.00 WIB.

“Seperti yang bu Vera katakan benar ada pembongkaran, dan mengenai sosialisasi relokasi nanti akan saya tanyakan terlebih dahulu ke bu Vera karena saya tadi di tempat pembongkaran dan tidak mengikuti acara sosialisasi, karena dari manajemen JIEP telah membentuk satgas, satgas sosialisasi yaitu ibu Vera,” jelas Humas PT JIEP, Galih saat dikonfirmasi. (Beby)

loading...