PB, MEDAN – Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) semakin melebarkan jangkauannya ke seluruh Indonesia, melalui DPD di tiap Provinsi. Kali ini kepengurusan DPW Provinsi Sumatera Utara dilantik sekaligus dikukuhkan oleh Ketua Umum Asprindo, H. Jose Rizal, pada hari Sabtu (8/12/18).

Dalam keterangan persnya kepada pembawaberita.com, selaku salah satu media partner, Asprindo, Jose Rizal mengangkat persoalan tentang tantangan pembangunan ekonomi secara nasional, terutama berkaitan dengan persoalan kesenjangan ekonomi penduduk Indonesia.

“Tahun 2018, penduduk miskin secara ekonomi di Indonesia, telah mencapai angka yang cukup tinggi, 25,95 juta orang, dan yang tertinggi berada di wilayah Pulau Jawa,” ujarnya.

Hal ini tentu saja menjadi tantangan buat Asprindo yang berisikan para pengusaha dari kalangan pribumi (Bumiputra) Indonesia. Menurutnya hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut, karena persaingan ekonomi secara global semakin tinggi.

“Kita tidak bisa berdiam diri, kami berharap kepada pemimpin negara agar bisa memperhatikan hal ini, terutama dalam hal perundangan yang berlaku lebih membela kepada pengusaha dalam negeri,” ucapnya dengan tegas.

Jose juga menyinggung terkait dengan keberadaan posisi Asprindo dalam pemilihan presiden yang akan dilaksanakan pada bulan April 2019 mendatang. Dimana pemilihan presiden berikutnya, agar lebih mengedepankan persoalan ekonomi bangsa demi kemaslahatan warga negara Indonesia.

“Sesuai dengan arahan yang selalu di pesankan oleh pembina Asprindo Bapak Rizal Ramli, agar para capres saat ini lebih mementingkan persoalan ekonomi rakyat, terutama para pengusaha kecil yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi rakyat Indonesia,” ujarnya sambil mengutip beberapa kali pertemuan dengan Rizal Ramli selaku Ketua Pembina Asprindo.

Persoalan pertumbuhan di kalangan millenial, yang begitu cepat saat ini, menjadi catatan tersendiri bagi Asprindo. Dengan jumlah tenaga kerja yang menganggur mencapai hingga 6,78 juta, justru di dominasi oleh para kaum millenial, yang jumlahnya diperkirakan mencapai hingga 60 persen yang berkisar pada usia hingga 29 tahun.

“Dengan jumlah penduduk mencapai hingga 267 juta jiwa, merupakan pasar empuk bagi pengusaha, karenanya Asprindo berusaha untuk terus bisa mendorong UMKM agar bisa semakin banyak, karena di sisi ini, sudah terbukti bisa menjadi pilar kebangkitan ekonomi,” tuturnya sambil mengingatkan ketika Indonesia terkena krisis moneter beberapa tahun lalu, namun keberadaan UMKM saat itu, yang menjadi penyelamat kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Kami di Asprindo sedikit kecewa dengan kebijakan ekonomi Presiden saat ini terkait peluncuran Paket 16, dimana puluhan bidang usaha di sektor UMKM diberikan secara leluasa oleh pemerintah kepada pihak asing, ini akan mematikan pengusaha anak negeri, karenanya kami berharap Paket 16 untuk dianulir kembali,” pungkasnya.

(Jall)

loading...