PB, JAWABARAT – Saat ini fokus dari Capres Prabowo Subianto kepada seluruh tim pemenangan termasuk didalamnya seluruh koalisi pendukung agar terus memantau persoalan munculnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilpres dan pileg 2019.

DPT yang dimaksud adalah DPT siluman, seperti yang disebutkan dari kemendagri, jika adanya penambahan DPT sebanyak 31 juta. Dan anehnya pihak KPU RI dilarang untuk membuka data 31 juta pemilih tersebut.

“Ini menjadi pertanyaan besar buat koalisi Prabowo-Sandi, karena untuk apa nama nama pemilih tersebut di tutup tutupi ?” Tanya Nur Ikhsan salah satu anggota Brigade 08 dari DPD Jawa Barat.

Menurut Nur Ketua DPD Jawa Barat sudah memberikan instruksi kepada seluruh anggotanya agar selalu mengawasi persoalan DPT di wilayah mereka, karena ini secara langsung sudah menjadi tanggung jawab Brigade 08 untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

Sementara itu Ketua DPD Jawa Barat, Edi Purwanto, mengatakan jika memang saat ini mereka sudah memulai pengawasan secara langsung dilapangan, bahkan Edi sampai harus turun ke kabupaten dan kota se Jawa Barat.

“Untuk sementara waktu memang belum kami temukan adanya persoalan DPT di wilayah kami, namun pengawasan secara langsung hingga ke tingkat RT dan RW terus kami lakukan,” ujar Edi yang baru saja datang dari Cirebon.

Prabowo sudah menginstruksikan kepada seluruh pendukungnya agar mengawasi persoalan DPT, karena saat ini pencoblosan begitu dilonggarkan aturan mainnya. Dimana hanya dengan bermodalkan EKTP sudah bisa melakukan pencoblosan.

Persoalan pemilih siluman ini, sudah pernah terjadi ketika dilaksanakannya Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, dimana pada putaran pertama, banyak laporan dan kejadian yang dimuat di berbagai media sosial oleh masyarakat, terkait adanya pemilih yang usai mencoblos ketika ditanyakan oleh warga setempat tempat bermukim, oknum yang mencoblos tersebut justru tidak mampu untuk menjawab dengan tepat lokasi rumahnya.

(Jall)

loading...