PB, MALAYSIA – Diperkirakan jumlahnya mencapai hingga 300 ribu umat Islam di Malaysia melaksanakan aksi damai yang dinamakan, Aksi Daulat 812, di Kawasan Dataran Merdeka, sambil melaksanakan Shalat Hajat, yang sebelumnya melaksanakan Shalat zhuhur di Mesjid Jamik Kuala Lumpur.

Aksi ini dilakukan karena para pemimpin beberapa organisasi masyarakat, dari Gerakan Pembela Ummah (UMMAH), lalu, Pertubuhan Muafakat Sejahtera Masyarakat Malaysia (MUAFAKAT), lalu ada juga Sekretariat Kedaulatan Rakyat (RAKYAT). Namun selain ormas juga hadir dari Partai Islam Malaysia (PAS).

Tuntutan mereka, agar pihak pemerintah, menolak ratifkasi Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial atau disebut ICERD yang diselenggarakan oleh pihak asing, dan dianggap sebagai salah satu bentuk campur tangan pihak asing terhadap pemerintahan.

“Kami menuntut Islam dipertahankan sebagai agama resmi negara, dan negara negara asing tidak perlu campur tangan mengurus Malaysia,” ujar Datuk Tuan Ibrahim Tuan Man, selaku Wakil Presiden PAS.

Terkait dengan pernyataan agar Islam dijadikan sebagai Agama Resmi Negara, adalah bagian dari membela hak Islam, namun bukan berarti Umat Islam Malaysia lalu membenci terhadap agama lainnya, Hindu, Budha atau Kristen. Dan Ibrahim juga menegaskan jika sikap mereka tidak menjadikan mereka harus bersikap ani Cina.

“Islam adalah dasar persatuan dan kemenangan umat, karenanya kekuatan muslimin ada pada agama Islam, sehingga Islam harus menjadi inti dalam menyelenggarajan negara,” ujarnya dalam orasi di depan warga yang selalu meneriakkan kalimat takbir, Allahu Akbar.

Masih dalam orasinya, Tuan Ibrahim Mengingatkan akan ada aksi berikutnya dan akan dibuat lebih besar lagi, jika kemudian pihak pemerintah melalui Koalisi Pakatan Harapan melakukan ratifikasi ICERD. Dan diakhir orasinya, Tuan Ibrahim meminta agar tidak mengganggu stabilitas dan keharmonisan negara.

Banyak netizen menganggap jika aksi Daulat 812 terinspirasi dari aksi bela Islam dan juga reuni alumni 212 yang dilakukan di Indonesia, yang bisa mengumpulkan jutaan umat islam dari berbagai nusantara.

(Jall)

loading...