PB, JAKARTA – Tingginya biaya politik sudah menjadi rahasia umum, karenanya bagi yang ingin terjun ke dunia politik, selain karena memang ingin menjadi seorang politikus, juga ada niat untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat luas.

Karenanya sebagian masyarakat yang baru berkecimpung di dunia politik harus pandai untuk mengukur kekuatan, terutama soal finansial, dikarenakan pengeluaran yang tidak sedikit jumlahnya bisa berakibat buruk, terutama yang berniat kurang baik serta tidak dilandasi dengan iman, dan bisa saja semakin buruk jika tidak didukung oleh keluarga, yang akhirnya rumah tangga menjadi hancur.

Hal itu benar benar disadari oleh Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahauddin Uno, yang sempat mengeluarkan pernyataan ketika menjawab pertanyaan dari seorang penanya, soal jumlah dana yang dikeluarkan dari kantong pribadinya, untuk bertarung merebutkan kursi Cawapres 2019 nanti.

Sandiaga menyebutkan dana yang dikeluarkannya untuk bertarung di Pilpres 2019 nanti, sebesar Rp. 500 milyar dan itu dipakai untuk kampanye, hal itu tentu saja mengagetkan penanya, karenanya, Sandiaga terus dikejar, dengan pertanyaan lanjutan.

Namun Sandiaga dengan santainya menjawab kekagetan penanya, yang merasa takjub hanya karena untuk kampanye saja, Sandiaga sudah harus mengeluarkan dana sebesar itu.

“Sebenarnya uang itu bukan milik saya juga, tapi milik Allah, dan saya niatkan untuk ibadah,” ujarnya dengan tenang, yang membuat si penanya penasaran dan merasa perlu melanjutkan pertanyaannya, apakah Sandiaga tidak menyesal jika kalah dalam pertarungan.

Rupanya keikhlasan dan niat baik yang diucapkan, ingin melakukan ibadah, dimana bagi umat Islam, ibadah bukan hanha shalat, tetapi juga menjadi seorang pemimpin, yang benar benar bekerja untuk kemakmuran dan keadilan untuk seluruh rakyatnya, yang nantinya jika terpilih yang sudah ditanamkan sejak awal ketika ikut dalam pertarungan pilpres, yang seandainya, kemudian keinginannya tidak direstui oleh Allah SWT, tidak menjadikan Sandiaga terlihat gusar menghadapi pertanyaan tersebut.

“Itu semua rejeki dari Allah (SWT), kita (tinggal) berjuang harus all out, (karena itu semua) bukan untuk saya dan Prabowo, tapi untuk Indonesia (yang lebih baik kedepannya),” ujar sandiaga dengan mantap tapi tetap dengan tenang, karena sudah mengikhlaskan semuanya, apapun hasilnya nanti.

Rupanya kejujuran Sandiaga menjawab pertanyaan tersebut, menjadikan sosoknya menjadi kebanggaan bagi para pendukungnya. Karena sebagai seorang pengusaha muda dan sukses, Sandiaga juga pernah merasakan kesulitan dalam hidup sebelum menjadi sukses seperti saat ini, karenanya Sandiaga tidak lagi merasa perlu untuk takut, jika kemudian dana Rp. 500 milyar yang sudah dipakai untuk melakukan kampanye keliling Indonesia saat ini habis tanpa merasakan hasil akhir yang diinginkannya.

(Jall/sumber)

loading...