PB, JAKARTA – Rupanya ada media yang benar benar terbukti ingin membuat suasana menjadi keruh, pasca rusaknya Polsek Ciracas akibat amukan dari anggota TNI yang merasa tidak puas dengan cara pengamanan dan penyampaian yang dilakukan oleh pihak kepolisian, ketika menangani pelaku pengroyokan terhadap anggota TNI AL, Kapten Laut Joko.

Media tersebut memuat judul berita “Polsek Ciracas Di Datangi Sekelompok Massa” dan yang membuat miris adalah gambar foto pengantar berita tersebut, adalah sekelompok orang, yang sedang mengacungkan tangan sambil mengitari kepulan asap hitam. Dan “massa” yang dimaksud adalah warga muslim, karena mereka memakai kopiah dan baju koko, dan juga tampak wanita yang memakai jilbab.

Hal ini tentu saja membuat marah warga muslim, dan seorang netizen dari sosial media twitter @kangsemproel marah dan mempertanyakan maksud dari media bernama www.suara.com memsang foto umat muslim tersebut.

Min….
MAKSUD LOE APA INI ??
BERITA POLSEK DIBAKAR SEKELOMPOK MASSA GA JELAS KENAPA ILUSTRASINYA PAKAI GAMBAR MASSA ISLAM YG SEDANG DEMO DAN DINAMAI SBG MASSA FPI ??
LOE HARUS MEMPERTANGGUNGJAWABKAN INI
KALIAN SUDAH MEMFITNAH UMAT ISLAM

Sementara kejadian sebenarnya adalah, keributan yang bermula dari pengeroyokan oleh sekelompok juru parkir terhadap anggota TNI AL, di depan Pertokoan Arundina Cibubur, Jakarta Timur.

Lalu pada keesokan harinya, selasa (11/12/18) sekitar pukul 19.00 di depan Polsek Ciracas, telah berkumpul anggota TNI dari 3 mattra TNI, masing-masing, TNI AL, TNI AD dan TNI AU, yang diperkirakan berjumlah hingga 300 orang personil. Dengan tujuan untuk mengkonfirmasi penganiayaan tersebut.

Awalnya Kapolsek Metro Ciracas, Kompol Agus Widartono yang didampingi Kapten Laut Joko, mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dengan anggota TNI yang tidak main hakim sendiri, dan berjanji bertanggung jawab akan segera menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya.

Namun tidak berselang lama kemudian, Kapolres Jakarta Timur, Kombes Polisi Tony, tiba di Mapolsek Ciracas dan meminta penjelasan dari Kapolsek. Dan tidak lama kemudian Kapolres menyampaikan penjelsannya kepada pihak perwakilan dari TNI.

“Secara hukum laporan sudah dibuat akan segera di proses, permintaan dari TNI permasalahan ini agar segera di tangkap. Dan mulai malam ini Kasatserse dan anggota bergerak utk menangkap pelaku pengeroyokan.” Ujar Kapolres yang berjanji dalam dua hari, ketujuh pelaku akan segera ditangkap.

Bahkan dalam penyampaiannya, Kapolres yang mengaku sebagai bagian dari keluarga besar TNI, berani menjaminkan dirinya, jika dalam dua hari para pelaku tidak tertangkap.

Pernyataan dari Kapolres tersebut, dikarenakan permintaan dari perwakilan TNI, yang meminta jika dalam waktu dua hari para pelaku tidak tertangkap maka mereka yang akan bertindak sendiri. Bahkan para anggota TNI akan menuju ke Polres Jakarta Timur.

Rupanya sebagian anggota di lokasi tidak menerima pernyataan Kapolres, sehingga timbul keributan. Dan gerajan tersebut semakin membesar, ketika anggota TNI mulai melakukan penghadangan di jalan raya hingga mengakibatkan dua orang warga sipil terluka.

Kedua warga sipil tersebut, dianggap justru memancing kemarahan anggota TNI, warga yang bernama Kevin Hermanto (23) warga Tangerang yang mengendarai motor, melihat banyaknya orang, langsung “menggeber” suara gas motornya, akibatnya kemarahan anggota TNI ditumpahkan ke Kevin. Sementara seorang sipil lainnya, bernama Tumpal Marotha, yang justru masuk ke dalam kerumunan anggota TNI hingga akhirnya dianggap sebagai penyusup.

Sementara itu ada tujuh orang anggota TNI masuk ke dalam Polsek dengan maksud untuk mencari pelaku penganiayaan, namun tidam diketemukan adanya pelaku penganiayaan, lalu mereka keluar.

Melihat suasana semakin tidak kondusif, Kapolres lalu melalui pengeras suara (Toa) mencoba meredam dengan menjanjikan jika pihaknya akan menangkap para pelaku dalam waktu 1×24 jam. Dan akhirnya para anggota TNI bubar dan menuju ke lokasi kejadian di Cibubur.

Keesokan harinya, Rabu, (12/12/18) dini hari, sekitar 400 orang anggota kembali mendatangi Polsek Ciracas, dan mereka mulai melakukan pengrusakan, baik gedung maupu  kendaraan yang berasa di Polsek. Bahkan tiba tiba saja muncul api yang membakar gedung Mapolsek.

Mendengar kejadian tersebut, Danrem 051/Wijayakarta Kolonel Inf. Bobby Rinal Makmun langsung mendatangi lokasi kejadian, kemudian disusul tidak lama beberapa mobil pemadam kebakaran, tiba dilokasi untuk memadamkan api. Dan tidak lama muncul Pangdam Jaya bersama Kapolda Metro jaya melihat langsung lokasi sasaran amukan anggota TNI. Setelah lokasi dipasangi garis police line, keduanya meninggalkan lokasi.

Rupanya penyebuan yang dilakukan oleh anggota TNI dikarenakan mereka mencoba untuk mencari para pelaku yang ternyata tidak lama kemudian dipindahkan ke Polres Jakarta Timur.

Berikut jenis kendaraan dan lainnya yang rusak akibat kemarahan anggota TNI yang tidak puas dengan keterangan dan penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

a. Gedung Mapolsek Ciracas tetbakar

b. Pengrusakan Kendaraan Posisi di dalam Mapolsek :

1. Satu Unit Ran Wal Denpom Jaya janis Extril No.999-03
1.Satu Unit Ran Dinas Patwal Jenis sedan Mazda
1.Unit Apanza. No.B1057 TZE
1.Unit Ran Dinas Patroli Propam jenis Apanza
1. Unit Ran Dinas Dalmas Jenis Luxio No 2707-02
1.Sedan Great Corola No.B.1917 NME
1. Unit Ran Jenis Colt Mitsubisi T120
1.Unit Ran Toyota Altis
1. Unit Toyota Soluna
1. 1. Unit Ran Freed
1.Unit Honda Jazz
1. Unit Kijang LGX
1. Unit Honda Acoord
1. Unit Ran Kijang Dinas Unit Laka Lantas jenis Kijang Super
6. Umit Ran dinas Patroli Polsek Jenis sedan Ford
1.Yunit ran roda 2 jenis R 15
1. Unit R.2 jenis Vario.
1.unit R.2 Jenis Kawasaki.

c. Pengrusakan kendaraan Posisi diluar polsek Ciracas sbb :

1. Unit Truk Colt Disel T120 dinas Brimob posisi terbalik di Play Oper Ps Rebo
1. Unit Terios Silver rusak kaca hancur posisi di turunan Play Oper Ps Rebo
1.Unit Ran Serion warna orenge

(Jall/sumber)

loading...