PB, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., menegaskan bahwa sepak bola merupakan olahraga universal.

Kata dia, hal itu disebabkan karena sepak bola disukai oleh banyak orang, murah dan juga bisa dinikmati oleh semua orang.

“Namun disisi lain sepak bola juga saat ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama dalam hal Liga Sepak Bola. Sehingga sepak bola ini memiliki multiplay effect,” jelas Kapolri saat menjadi nara sumber pada Mata Najwa Trans 7, Rabu (19/12).

Menanggapi dugaan kecurangan dan permainan skor, Kapolri mengatakan pihaknya akan membentuk satgas anti mafia sepak bola.

“Nantinya satgas ini akan menerima informasi-informasi dari whistle blower yang kemudian untuk dikembangkan ke penyidikan,” ucap Kapolri lagi.

Lanjut Tito, beberapa kemungkinan kecurangan permainan pengaturan skor, yaitu deal orang per orang, bisa terjadi secara sistematis yamg melibatkan banyak orang dan masuknya pihak eksternal yang masuk ke sistem.

”Terakhir, kemungkinan yang terjadinya match fitching ada juga dari internasional. sehingga kita dari Polri juga akan kerjasama dengan interpol terkait permasalahan yang melibatkan internasional,” jelas Kapolri.

Kapolri menambahkan untuk penerapan UU nomor 11 tahun 1980 pihaknya mengharapkan bantuan dari semua pihak untuk terus memberikan informasi.

“Serta semua pihak penegak hukum seperti dari pengadilan, mahkamah agung, peradilan mendukung pemberantasan mafia sepak bola ini,” tegas Kapolri.

Dalam kegiatan ini Kapolri didampingi oleh Kadiv Propam Polri, Kadiv Humas Polri, Kakorlantas Polri, Karo Provost Polri, Wakapolda Metro Jaya, dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

(Enel-Sultra)

loading...