PB, Lumajang – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lumajang mengamankan Heru Siswantoro pelaku ujaran kebencian, Jum’at (21/12).
Penangkapan terhadap Heru Siswantoro berawal dari postingan akun facebook “Herudoradore” yang berbunyi “Aneh aneh Polsek Rowokangkung isuk isuk onok oprasi lek butuh duwek kok gak krjo seng gena pegawenane meres wong cilik. sangat ceremet.
Arti postingan itu adalah “Aneh-aneh saja Polsek Rowokangkung, pagi pagi sudah gelar operasi. Kalau butuh uang kenapa tidak kerja yang benar, pekerjaannya memeras rakyat kecil.sangat jengkel sekali.
Postingan tersebut diunggah melalui group face book Lumajangsatu.com pada Kamis (20/12) sekira pukul 11.00 WIB
Menyikapi postingan yang bernada penghinaan/pencemaran nama baik itu, selanjutnya Polsek Rowokangkung melakukan koordinasi dengan Satreskrim Polres Lumajang.
Dari hasil penyelidikan, aparat berhasil mengamankan pemilik akun Facebook “Herudoradore” yang diketahui bernama Heru Siswantoro (24).
Kasat Reskrim Polres Lumajang Akp Hasran, SH, M.Hum membenarkan telah mengamankan Heru Siswantoro yang diduga telah melakukan ujaran kebencian.
Lanjutnya, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, warga Dusun Krajan RT 006 RW 002, Desa Sumberanyar, Kecamatan Rowokangkung, Lumajang itu tercatat sebagai seorang residivis kasus pencurian yang sudah pernah dihukum.
“Yang bersangkutan salah satu warga masyarakat yang sempat dihentikan oleh petugas Polsek Rowokangkung pada saat  sedang melakukan kegiatan razia, yang bersangkutan sebelumnya sempat diberhentikan oleh petugas yang melakukan razia karena mengendarai sepeda motor di jalan umum tanpa menggunakan helm sebagaimana mestinya dan ditegur oleh petugas agar mematuhi penggunaan helm bila mengendarai sepeda motor di jalan umum,” jelas Kasatreskrim.
Lanjut AKP Hasran, akibat perjalanannya diberhentikan oleh petugas, yang bersangkutan menulis dalam akun facebooknya seperti yang selanjutnya diunggah dalam group lumajangsatu.com.
Hasran juga menjelaskan dari fakta-fakta atas perbuatan terlapor patut diduga ada perbuatan ujaran kebencian yang dapat dipidana penjara paling lama 4 Tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 (3) jo Pasal 27 (3) UU RI No.19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang ITE.
Sementara itu Kapolres Lumajang AKBP Dr.. Muhammad Asral Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H. saat dikonfirmasi membenarkan atas kejadian sedang dalam proses oleh Satreskrim Polres Lumajang tersebut.
“Saya menghimbau kepada segenap warga masyarakat Lumajang agar lebih bijak dalam menggunakan medsos dan tidak mudah menyebarkan ujaran kebencian,” ujarnya.
Menurut Kapolres perilaku Heru Siswantoro dapat menyebabkan sikap permusuhan, saling tidak percaya dan konflik sosial.
“Khusus kepada saudara Heru, kami maafkan dan penyelidikan saya hentikan. Dia sudah meminta maaf, dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Saya anggap dia khilaf dan proses pembelajaran untuk semuanya agar hati-hati menyebar konten tidak benar, karena itu merupakan perbuatan pidana,” ujarnya lagi.
Kapolres berharap, pihaknya  tidak menginginkan adanya sikap saling tidak percaya antara Jajaran Kepolisian Resort Lumajang dengan masyarakat karena dampaknya akan menimbulkan sikap saling antipati antara Polres Lumajang dan masyarakat Lumajang.
“Akhir-akhirnya yang dirugikan adalah masyarakat sendiri. Jangan sampai niat baik kami selalu dianggap negatif. Saya Kapolres Lumajang memerintahkan kepada seluruh Polsek untuk menggelar operasi setiap hari. Catat… setiap hari dan saya absen. sasarannya senjata tajam, narkoba, dan curanmor. saya ingin begal hilang di wilayah lumajang,” jelas Arsal.
(Enel-Sultra)
loading...