PB, PAPUABARAT – Perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai Distrik Arguni Kabupaten Kaimana, Papua Barat, bukanlah hal yang mudah, selain harus menggunakan speedboat selama 40 menit, juga harus melewati hutan belantara dengan menggunakan mobil selama 1 jam.

Namun demi memberikan kepuasan dan juga menunaikan janji kepada masyarakat, bagi Ustad Abdul Somad hal itu bukanlah sesuatu halangan bagi dirinya untuk menjalani perjalanan tersebut.

Bahkan sepertinya Ustad Abdul Somad yang dijemput oleh masyarakat diperairan dengan beberapa tetabuhan sebagai salah satu penghormatan kepada tamu agung yang datang mengunjungi daerahnya, terlihat justru menikmatinya, ketika sesampainya di darat, Ustad Abdul Somad dengan wajah senang, menikmati penghomatan yang hanya diberikan kepada seorang raja dengan cara ditandu, hingga ke tempat yang akan dihadiri.

Di lokasi acara, Ustad Abdul Somad di jemput langsung oleh Ustad Fadlan, yang warga asli Papua yang dikenal dengan nama julukan Ustad Sabun. Karena beliau berhasil mengislamkan beberapa suku di Papua hanya dengan menggunakan sabun untuk berdakwah, agar para masyarakat bisa menjaga kebersihan diri.

l

Perlakuan terhadap Ustad Abdul Somad oleh warha Distrik Arguni, bagi netizen adalah sesuatu yang sangat luar biasa, karena warga begitu memuliakan seorang alim ulama.

“Dari Kota Fakfak naik mobil melewati hutan selama 1 jam. Lanjut naik speedboat 40 menit. Disambut hangat masyarakat Distrik Arguni, Kab. Fakfak, Papua Barat. Kapal-kapal dihias, tifa ditabuh, tandu disiapkan. Begini cara masyarakat Papua muliakan ‘alim Ulama.” Tulis akun atas nama @tafaqquhonline di sosial media twitter.

Unggahan yang disebarkan oleh netizen lainnya hingga berita ini diturunkan sebanyak 336 kali dan disukai oleh 739 netizen, tentunya respon positif warganet lainnya, karena ikut merasakan bagaimana masyarakat yang saat ini dianggap sangat menakutkan, namun bisa begitu hangat dan penuh penghormatan kepada sosok penceramah yang sering dibanjiri umat ketika sedang ceramah.

Alasan soal warga yang menakutkan, ketika saat ini sebuah kelompok dari warga Papua asli, bersenjata, melakukan pemberontakan terhadap kesatuan NKRI, dengan menyebut diri mereka Organisasi Papua Merdeka alias OPM. Bahkan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan senjata api hingga mematikan warga Indonesia lainnya.

(Jall/sumber)

loading...