PB, JAKARTA – Kejadian pengrusakan dan pembakaran beberapa bagian Mapolsek Ciracas Jakarta Timur, pada tanggal 12 Desember lalu, yang hingga kini masih dipasangi garis polisi, menjadi perhatian dari sebuah organisasi yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Jakarta alias Gema-Jakarta.

Langkah yang ditempuh oleh pihak Gema Jakarta, mendatangi dan sekaligus melakukan orasi kepada pihak Mabes TNI di Cilangkap Jakarta Timur, soal penanganan dan pertanggungjawaban atas insiden di Mapolsek Ciracas.

Menurut Ketua Gema Jakarta, Ahmad Husein, yang ditulis dalam sebuah surat pemberitahuan aksi mereka pada Jumat (28/12/18), aksi ini mereka lakukan karena menganggap hasil dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian sampai saat ini, tidak memberikan petunjuk ataupun titik terang soal siapa yang menjadi aktor dan dalang dibalik aksi tersebut.

“Melihat isi tuntutan mereka, yang meminta Panglima TNI, menggeser Mayjen Joni Supriyanto dari jabatan Pangdam Jaya, secara tidak langsung menuduh beliau sengaja menyembunyikan siapa penyebab kejadian tersebut,” ujar Darwis salah satu tokoh muda asal Malut.

Kesimpulan Darwis tersebut, muncul usai membaca surat pemberitahuan aksi Gema Jakarta. Dimana salah satu poin isi tuntutannya, yang menganggap jika saat ini Joni “sengaja” membuat suasana keamanan di Jakarta tidak stabil.

Tuntutan Gema Jakarta, yang dimaksud oleh Darwis sebagai berikut :

1. Meminta pertanggungjawaban Panglima TNI dalam insiden pembakaran Polsek Ciracas.

2. Mendesak Panglima TNI mengevaluasi kinerja Pangdam Jaya, Mayjen Joni Supriyanto, dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah Jakarta.

3. Mendesak Panglima TNI agar menggantika  Joni Supriyanto sebagai Pangdam Jaya.

Tiga tuntutan tersebut, dijadikan sebagai alasan untuk melakukan aksi mereka terhadap institusi TNI. Dan Gema Jakarta menyebutkan jika mereka akan datang dengan menggunakan kekuatan sebanyak 250 anggota mahasiswa Jakarta.

Banyak yang mempertanyakan keberadaan organisasi Gema Jakarta kepada redaksi, dan dari hasil penelusuran dari rekan media ini, ternyata alamat sekretariat,Jalan Raden Saleh VII, Menteng Jakarta Pusat, yang dicantumkan dalam surat tersebut, tidak benar, hal ini juga telah dikonfirmasikan ke beberapa orang yang beraktivitas di sekitar alamat tersebut, mereka membantah adanya organisasi yang bernama Gema Jakarta di alamat tersebut.

“Disini tidak ada Raden Saleh VII, karena gang Raden Saleh hanya I dan II,” ujar salah satu warga, dan membantah pernah mengetahui soal adanya organisasi mahasiswa bernama Gema Jakarta.

Sementara itu Ahmad Husein yang mengklaim diri sebagai Ketua Gema Jakarta, ternyata memiliki track record yang buruk di mata sesama rekan aktivis mahasiswa lainnya.

(Jall)

loading...