PB, JAKARTA – Cara untuk mengelabui agar bisa menikmati uang korupsi dari hasil pembagian bonus kepada personil yang terlibat langsung dengan kegiatan Asian Games, dengan memasukkan nama fiktif ke dalam penerima bonus.

Hal ini terungkap dalam sebuah daftar nama yang didapat oleh salah satu grup media Nasional Jawa Pos yang mengantongi daftar nama para penerima bonus baik Atlet maupun pelatih Para-Cycling Asian Games 2018.

Dalam daftar nama penerima bonus dari cabang olahraga Para-Cycling. Pada nomor urut 17 tertulis nama Agus Sundardi kelahiran Boyolali, 15 Mei 1981, dan disebut sebagai Pelatih Nasional. Dan setelah ditelusuri ternyata tidak pernah ada nama Agus Sundardi menjadi pelatih.

“Tidak ada yang kenal dan sosoknya tidak pernah ada,” ujar @ainurohman salah satu netizen melalui akun sosmed twitter miliknya.

Bahkan diperkirakan bukan hanya di daftar nama cabang olahraga Para-Cycling namun juga dari cabang olahraga lainnya, “apalagi sebelum kegiatan Para Asian Games, kita melaksanakan kegiatan Asian Games, bisa dibayangkan berapa banyak diterima dari hasil membohongi rakyat Indonesia,” ujar Floristyani salah satu emak emak dari kelompok Emak Cantik Pendukung Prabowo Sandi (Macan Padi).

Sementara itu Kementerian Pemuda dan Olahraga saat ini sedang diperiksa KPK terkait dengan penyuapan Dana Hibah yang dilakukan antara KONI Pusat dan Kemenpora, dan melibatkan 5 orang sebagai tersangka.

(Jall)

loading...