PB, INTERNASIONAL – Kondisi perekonomian dunia yang mengaitkan dengan industri baja dari negara China rupanya cukup mempengaruhi kondisi perekonomian dunia, ketika kebijakan secara sepihak yag dilakukan pemerintah China.

Akibat tindakan China yang memproduksi logam baja secara berlebihan hingga mengalami lonjakan yang cukup tinggi, maka akibatnya, harga baja dari China menjadi lebih murah dan mempengaruhi harga global hingga mencapai 75 persen, sejak tahun 2011 hingga 2015.

Keteganganpun muncul diantara persaingan logam baja dunia. Selain sudah adanya ketegangan persoalan pemasaran baja ke negara negara konsumsi, tindakan China tersebut juga menambah ketegangan baru.

Dikutip dari Wall Street Journal, Lonjakan produksi yang tinggi disertai dengan kebijakan pemerintah China memsubsidi untuk memenuhi permintaan global yang semakin tinggi mengakibatkan harga baja dari China menjadi murah.

Dan rupanya pihak pemerintah Amerika Serikat merasa langkah yang dilakukan oleh industri China, menjadi berang hingga keteganganpun naik diantara kedua negara tersebut.

Hal ini rupanya sudah lama diamati oleh pakar ekonomi DR Rizal Ramli, beberapa kebijakan pemerintah China yang dianggapnya bisa menjadi celah bagi pemerintah Indonesia untuk meraih keuntungan.

Bagi Rizal Ramli usulannya kepada Presiden Jokowi terkait dengan impor baja China ke Indonesia seharusnya dapat dimanfaatkan dengan cara menaikkan tarif “Anti-Dumping” sebesar 25 persen, agar impor baja China, termasuk impor lainnya, yang masuk ke Indonesia yang nilainya diperkirakan mencapai 10 Miliar US Dollar, bisa turun dan tidak membebani rakyat dan juga pemerintah, terutama soal keuangan negara.

Namun rupanya usulan Rizal Ramli, yang biasa menyebut dirinya dengan inisial, RR, tidak dilaksanakan. Justru RR menjadi heran sekaligus kesal, melihat tindakan menteri keuangan justru mempersoalkan impor yang dianggap RR tidak terlalu memberikan manfaat buat rakyat dan negara.

Pak @jokowi Inilah mengapa sejak lama, RR usulkan kenakan tariff anti-dumping 25% terhadap impor baja China, supaya import baja dll ($10M) turun, sehingga mengurangi defisit Current Account dan membantu pabrik baja dalam negeri 🙏. Eh Menkeu sibuk batasi impor sing-printil.” Tulis Rizal Ramli melalui akunnya @RamliRizal.

(Jall)

loading...