PB, Jakarta – Ada yang tidak biasa di Kantor Pusat Pertamina pada Jumat kemarin (4/1).
Sejak pagi buta, beberapa karyawannya sibuk merias ruangan untuk acara kejutan memperingati hari ulang tahun ke 51 Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widawati.
Seharusnya, acara ulang tahunnya dirayakan pada 25 Desember 2018, namun urung dilaksanakan karena Nicke sudah ambil cuti panjang sebelum hari natal dan setelah tahun baru usai, Nicke baru masuk kerja hari Jum’at itu.
“Lazimnya sejak dulu hampir tak pernah Dirut Pertamina mengambil cuti di saat hari-hari besar yang dia pun tak merayakannya, kecuali dia memang ikut bernatalan. Karena pada puncak liburan, tanggungjawab Dirut Pertamina sangat besar, terutama harus memantau soal ketersedian BBM dan memastikan di daerah-daerah tidak ada kelangkaan,” ungkap Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman seperti yang dilansir urbannews.co.id, Sabtu (5/1).
Selain itu, menurut Yusri, ada hal yang sangat diabaikan oleh Nicke sebagai Dirut Pertamina yakni menjelang akhir tahun sampai awal tahun pun dia tidak sedikit pun menjelaskan bagaimana kinerja keuangan Pertamina tahun 2018 versi unaudited.
“Apakah ada masalah besar soal keuangan  Pertamina? Publik tentu wajar bertanya-tanya,” tutur Yusri lagi.
Pasalnya, lanjut Yusri, di awal Desember 2018 publik dikejutkan oleh pernyataan Deputi BUMN Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysious Kiik Ro tentang prediksi keuntungan Pertamina tahun ini hanya sekitar Rp 5 Triliun, merosot 81%  dari tahun lalu yang bisa mencapai  USD 1,99 miliar atau setara Rp 26,8 Triliun.
Cuma, Kiik juga mengatakan untuk keterangan lebih lanjut Deputy BUMN yang membawahi Pertamina saja nanti yang bicara. Tentu yang ia maksud tak lain tak bukan, Fajar Harry Sampurno.
“Sebelumnya, pada acara Pertamina Energy Forum di Hotel Raffles pada 28 November 2018, dia secara tegas mengakui bahwa Pertamina masih kalah dari Petronas yang malah pada tahun ini malah melejit 43% labanya,” ujar Yusri.
(Redaksi)
loading...