PB, Kiev  – Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Fort McHenry terlihat memasuki Laut Hitam.
Kehadiran kapal perang milik Negeri Paman Sam itu menjadi sorotan pasalnya hubungan Rusia dan Ukraina saat ini sedang memanas.
Sementara itu pihak Angkatan Laut AS menyebut pengiriman kapal itu dimaksudkan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di Eropa.
“Kedatangan USS Fort McHenry menegaskan kembali tekad kolektif kami untuk keamanan Laut Hitam dan meningkatkan hubungan kuat kami dengan sekutu dan mitra NATO kami di kawasan itu,” kata komandan Armada ke-6 AS, Lisa M Franchetti, seperti dilaporkan Russia Today, Senin (7/1).
Persteruan Rusia dan Ukraina memanas menyusul bentrokan kapal militer kedua negara di Kawasan Selat Kerch pada 25 November 2018 lalu.
Dalam peristiwa itu, kapal perang Rusia menembaki dan menangkap tiga kapal militer Ukraina, beserta para kru kapal.
Moskow menuduh kehadiran kapal-kapal militer Ukraina melanggar wilayah Rusia di Perairan Krimea meskipun Ukraina dengan tegas membantah tuduhan it sembari mengatakan jika kapal-kapal militernya beroperasi di laut internasional.
Menurut militer AS, kapal USS Fort McHenry yang berbasis di Florida dikirim sesuai yang dijadwalkan secara rutin dengan Armada ke-6 AS.
“Untuk melakukan operasi dengan sekutu dan mitra demi memajukan keamanan dan stabilitas di Eropa,” demikian pernyataan Armada ke-6 AS.
Militer AS menegaskan Angkatan Laut-nya secara rutin beroperasi di Laut Hitam dan tindakannya tersebut sesuai dengan hukum internasional.
Disebutkan bahwa enam kapal militer AS melakukan misi di kawasan itu pada 2018, termasuk kapal-kapal perusak berpeluru kendali seperti USS Ross, USS Carney, dan USS Porter serta kapal komando USS Mount Whitney, kapal USS Oak Hill dan kapal ekspedisi cepat USNS Carson City.
Perwakilan Khusus AS untuk Ukraina, Kurt Volker, mendesak negaranya untuk meningkatkan kehadiran militernya di Laut Hitam dan bekerja sama dengan Turki atau Uni Eropa.
Wakil Menteri Ukraina untuk Wilayah Pendudukan, Yury Hrymchak, pernah menyarankan kapal militer Angkatan Laut Inggris mengarungi Selat Kerch demi menegakkan kebebasan navigasi.
“Itu akan menarik untuk melihat bagaimana reaksi (Rusia),” katanya.
Awal pekan ini, ajudan presiden Ukraina Yury Biryukov mengumumkan negaranya kembali berencana mengirim kapalnya melalui Selat Kerch.
“Kami akan melakukannya tidak peduli apakah Rusia suka atau tidak,” ujarnya.
Sedangkan Rusia berulang kali menyatakan tidak keberatan dengan kapal perang Ukraina yang melakukan perjalanan antara Laut Hitam dan Azov melalui Selat Kerch, namun itu harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang disepakati saat Ukraina memberi tahu pihak Rusia tentang rencana navigasi di muka.
Rusia juga menganggap kehadiran kapal-kapal AS dan NATO di Laut Hitam hanya untuk meningkatkan ketegangan dan menempatkan Eropa pada risiko konflik militer.
(Redaksi)
loading...