PB, Lumajang – Jajaran Kepolisian Resort Lumajang berhasil meringkus Muhammad Rendik (20) seorang pelaku Curanmor .
Kapolres Lumajang AKBP Dr. Arsal Sahban mengatakan pemuda pengangguran itu diringkus di Dusun Sukolilo Desa Sukosari Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang pada Senin (7/1).
“Di tangan warga Dusun Sukodadi Desa Sukosari itu kami mengamankan barang bukti berupa 1 unit SPM Yamaha MIO, warna putih, tahun 2008 dengan Nopol B 6257 FOI,” ujar AKBP Arsal kepada pembawaberita.com, Selasa (8/1).
Kapolres menuturkan bahwa kronologis penangkapan pelaku berawal saat Polsek Kunir mendapat laporan mengenai kasus curanmor yang menimpa S warga Dusun Sukolilo Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.
“S menceritakan bahwa kejadian hilangnya sepeda motornya pada hari Ahad tanggal 6 Januari lalu tepatnya pukul 24.00 dan baru melaporkan kejadian tersebut keesokan harinya pada pukul 06.00,” jelas Kapolres.
Lanjutnya, kepada pihaknya S menerangkan bahwa pintu belakang dan depan rumahnya tiba-tiba telah terbuka dan kendaraan miliknya sudah hilang tanpa jejak.
“Lalu kami mendatangi TKP dan menanyai tetangga korban barang kali melihat ada seseorang yang memperhatikan pintu bagian belakang rumah korban,” tutur Kapolres.
Kata Arsal berdasarkan kesaksian tetangga korban Samiri (50), yang bersangkutan melihat pelaku sedang diam duduk jongkok di rumah korban bagian belakang sekira pukul 23.00 WIB, saat dirinya memberi pakan ternak sapinya.
Lanjut Kapolres, kecurigaan pihaknya kepada Muhammad Rendik semakin bertambah saat korban mengaku jika pelaku pernah mencuri HP korban.
“Selanjutnya petugas Polsek Kunir mendatangi rumah Soleh, ayah angkat Muhammad Rendik untuk mengecek keberadaan yang bersangkutan, dan saat itu yang bersangkutan tidak ada di rumah, namun diperoleh informasi dari Soleh yang baru saja mendapat telepon dari Sumini (kerabatnya yang tinggal di Desa Sumberjati Tempeh),  yang mengabarkan bahwa Muhamad Rendik sedang berada di rumahnya  untuk pinjam uang, dengan  membawa sepeda motor jenis matic warna putih,” imbuh Kapolres.
“Jangan-jangan sepeda mototr matic yang dibawahnya adalah sepeda motor saya,” ujar Arsal menirukan ucapan S.
Lalu kata dia, maka berlanjutlah petugas mengarahkan korban menuju kediaman Sumini di Desa Sumberjati Kecamatan Tempeh.
Saat tiba di rumah Sumini, Petugas Polsek Kunir melihat ada kendaraan matic yang digunakan oleh Muhammad Rendik dan langsung saja korban membenarkan bahwa sepeda motor tersebut adalah miliknya.
“Dengan sigap petugas langsung masuk dan kedalam rumah untuk mencari keberadaan Muhammad Rendik agar tidak memiliki kesempatan untuk kabur, dan terduga pelaku Muhammad Rendik sedang berbincang-bincang dengan Sumini di ruang dapur rumah itu,” terang Arsal.
Saat ditanya oleh petugas lanjut Kapolres, Muhammad Rendik mengakui kalau 1 unit Sepeda motor Yamaha Mio warna putih yang diparkir di samping rumah Sumini itu adalah barang milik korban yang telah diambilnya pada hari Ahad (6/1) sekira pukul 24.00 WIB.
“Tanpa basa basi petugas menggelandang pelaku ke Polsek Kunir guna dimintai keterangan lebih lanjut,” tegasnya.
Kapolres Lumajang menegaskan bagaimanapun juga pelaku kejahatan menutupi jejaknya atau serapi apapun aksinya pasti akan meninggalkan jejak yang dapat digunakan oleh pihak Kepolisian untuk mengungkap tindak kejahatannya.
AKBP Arsal mengakui bahwa berkat kerja sama antara petugas dengan warga maka kasus curanmor ini dapat terselesaikan tanpa memakan waktu lama.
Kapolres berharap agar inovasi Satgas Keamanan Desa dapat dibentuk disetiap desa karena terbukti menghasilkan berbagai informasi yang dapat digunakan untuk menangkap pelaku kejahatan sehingga pelaku dapat ditangkap dengan mudah tanpa memakan waktu yang lama.
“Oleh karena itu, Saya telah memerintahkan para Kapolsek untuk segera membentuk Satgas Keamanan Desa agar dapat menekan angka kriminalitas diwilayah masyarakat,” jelas Kapolres.
Dia menambahkan bahwa pelaku diancam Pasal 363 KUHP yaitu Tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 10 tahun penjara.
(Enel)
loading...