PB, Jakarta – Kementerian Perindustrian mengalokasikan dana sebesar 1,78 triliun rupiah untuk pelaksanakan program pendidikan vokasi industri di 2019. 
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) menghadapi perkembangan industri 4.0.
“Progam itu menjadi salah satu andalan pemerintah, untuk menyiapkan angkatan kerja kita yang dapat menerapkan industri 4.0. Hal ini sejalan dengan implementasi roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Selasa (8/1).
Kata Menperin, program pendidikan vokasi industri yang bakal dijalankan, antara lain berbasis pada kompetensi sistem ganda (teori dan praktik) yang diselenggarakan di seluruh unit pendidikan milik Kemenperin.
Saat ini kata dia, terdapatsembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik, dan dua Akademi Komunitas yang pengelolaannya di bawah Kemenperin.
Lanjut Airlangga, kegiatan tersebut, ditargetkan dapat menyerap peserta didik sebanyak 19.478 orang.
“Di tahun ini, kami juga menyelenggarakan program pendidikan Diploma satu, yang lulusannya nanti bisa bekerja langsung di industri dengan target 600 mahasiswa,” tambahnya.
Airlangga menyebut, SDM menjadi ujung tombak, dan kekuatan Indonesia memasuki era industri 4.0.
Hal tersebut mempertimbangkan keberadaan bonus demografi hingga 15 tahun ke depan.
“Tahun ini, difokuskan pada pengembangan SDM berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” paparnya.
Menurut Airlangga, peningkatan kompetensi SDM, menjadi salah satu program prioritas Kementerian yang dipimpinnya.
“Kegiatannya, dapat memacu produktivitas dan daya saing industri nasional,” terangnya.
Lebih jauh dia menerangkan bahwa Kemenperin akan memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten dan Politeknik Industri Agro di Lampung.
?Saat ini, Kemenperin sedang menyusun kurikulum politeknik dengan tim komite, yang telah ditetapkan. Penetapan lokasi politeknik memanfaatkan hibah PT Chandra Asri,” imbuhnya.
Jelas Airlangga, upaya itu memudahkan para perusahaan di kawasan industri tersebut, untuk mendapatkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan.
“Bahkan, kami telah bekerja sama dengan Swiss, untuk menerapkan pendidikan vokasi industri yang dual system, di sejumlah Politeknik kami, dengan nama program Skill For Competitiveness (S4C),” pungkasnya.
(Redaksi)
loading...