PB, Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM cukup terusik dengan masih tingginya angka pencurian sapi di wilayahnya.
“Hanya dalam rentang waktu 3 bulan dari Oktober sampai dengan akhir Desember 2018 setidaknya terjadi 36 kasus pencurian sapi di Lumajang,” ujar Kapolres Lumajang kepada pembawaberita.com, Rabu (9/1).
Karena itu kata dia, dirinya berupaya untuk mencari solusi agar kasus pencurian sapi ini dapat ditekan.
Lanjutnya, salah satu terobosan yang dilakukannya adalah membuat komunitas rantai sapi.
“Kolaborasi antara saya dan Kapolsek Gucialit Iptu Rudi, kami hasilkan model rantai sapi yang fleksibel tapi sangat kuat, yaitu besi dengan tebal 10 mm, panjang 80 cm dan lingkar kepala yang mudah ditekuk supaya tidak sulit saat mengalungkan ke kepala Sapi, sedangkan ujung lainnya di gembok di besi atau cor yang ditanam.  Nah dengan terobosan ini bakal berfikir dua kali para pencuri sapi untuk mencuri sapi-sapi tersebut, harga rantai sapi ini juga murah kok tidak lebih dari 150 ribu,” terang AKBP Arsal.
Lebih jauh dia menerangkan, metode ini akan menyulitkan pencuri untuk melakukan aksinya karena jika nekat mencuri, maka pencurinya akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat membebaskan sapi dari rantai tersebut.
“Kalau sudah dirantai besi seperti ini bagaimana akan membawanya, apalagi besi pengait sudah di cor didalam tanah pasti berpikir dua kali mereka, saat sibuk mikir cara untuk mengambil sapi pasti sudah tertangkap duluan sewaktu menjalankan aksinya,” ujarnya lagi.
Dia juga mengatakan bahwa terobosan ini akan diuji cobakan di wilayah Desa Purwosono terlebih dahulu.
“Saya sangat yakin dengan terobosan ini, dapat menekan secara signifikan kasus pencurian sapi, dan jika berhasil untuk menekan angka pencurian sapi di wilayah itu maka saya informasikan kepada para Kapolsek agar menyebar terobosan ini kepada warga di wilayahnya masing masing yang memiliki ternak terutama sapi agar dapat menekan angka pencurian sapi di wilayah Lumajang,” tegas Arsal.
Kapolres menambahkan pihaknya akan membentuk Komunitas Rantai Sapi di setiap wilayah yang bertujuan untuk berbagi tips tentang proses pembuatan rantai sapi dan berbagi pengalaman.
“Konsep rantai sapi ini akan terus di sempurnakan, setiap komunitas  bisa melakukan Improvisasi  model rantai sapinya masing-masing. Apa yang kami buat saat ini sebagai awal untuk memberikan contoh konkrit ke masyarakat,” jelas Arsal.
Untuk diketahui bahwa saat ini di wilayah Lumajang telah menerapkan 3 lapis pengamanan ternak digulirkan Polres Lumajang guna mengantisipasi pencurian sapi.
“Penggunaan rantai sapi merupakan lapis pertama. Pada lapis pertama ini merupakan pengamanan yang bersifat perorangan atau tanggungjawab tiap pemilik sapi. Pengamanan lapis kedua dengan Gaster (Garasi Ternak), merupakan pengamanan yang bersifat kelompok, tapi dalam kelompok kecil yang dilakukan oleh para pemilik ternak yang sapinya ada di dalam Gaster. Kemudian lapis ketiga dengan pembentukan Satgas Keamanan Desa, yang berfungsi mengamankan desa dalam skala yang lebih luas. Satgas Keamanan Desa merupakan sistem pengamanan secara menyeluruh, bukan hanya mengantisipasi tindak kriminalitas seperti begal dan pencurian sapi tapi  sampai kepada menyelesaikan problem solving maupun konflik sosial antar warga di desanya,” pungkas Kapolres Lumajang.
(Enel)
loading...