PB, Mempawah – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriyadi menegaskan, personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) harus memiliki naluri tempur yang baik.
“Serta didukung dengan taktik dan strategi serta kemampuan intelijen yang baik,” ujar Mayjen TNI Achmad Supriyadi saat memberikan pengarahan kepada Batalyon Infanteri Mekanis 643/ Wanara usai melaksanakan pemeriksaan kesiapan operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia, di Desa Anjungan Melancar, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (7/1).
Selain empat hal diatas, Pangdam juga mangatakan bahwa prajurit yang bertugas di perbatasan harus memiliki disiplin tempur yang bagus serta semangat juang pantang menyerah.
“Dengan semangat yang tinggi apapun pasti bisa dihadapi dengan mudah, “ujarnya.
Lanjutnya, apabila ingin berhasil dalam tugas operasi, maka tiap prajurit harus siap lelah dan terus berpikir.
“Jangan pernah berhenti berpikir teruslah berinovasi dan berimprovisasi agar dapat berhasil,” tegasnya.
Kata Pangdam, tugas operasi Pamtas merupakan tugas operasi untuk menjaga kehormatan dan kedaulatan negara, sehingga Satgas Pamtas harus benar-benar siap dalam situasi apapun.
“Area operasi Satgas berhadapan langsung dengan perbatasan negara tetangga, sehingga apabila ada konflik maka Satgas Pamtaslah yang terlebih dahulu bertindak,” ungkap Pangdam.
Dalam kesempatan tersebut Pangdam juga mengingatkan kepada personel Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns untuk tidak melupakan haI-hal dasar yang harus dilakukan oleh seorang prajurit selama di medan tugas.
Pasalnya selama di daerah operasi seorang prajurit harus selalu dalam keadaan siap dan waspada terhadap segala bentuk ancaman yang setiap saat akan terjadi.
(Enel)
loading...