PB, Lumajang – Karena sakit hati istrinya pernah disetubuhi, Rustam (33) menganiaya tetangganya sendiri Muhammad Fahmi Ishaqi (19), Selasa (8/1).
Akibatnya warga Dusun Sumbersari RT 11 RW 04, Desa Supiturang,  Kecamatan Pronojiwo Lumajang itu berurusan dengan pihak berwajib.
Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban kepada pembawaberita.com menuturkan perbuatan main hakim sendiri itu dilatar belakangi karena (tersangka) merasa sakit hati dan emosi kepada M Fahmi (korban) setelah mendapat pengakuan dari istrinya bahwa pernah disetubuhi secara paksa oleh korban.
“Tersangka yang sudah tersulut marah, tak lagi mengindahkan penjelasan korban dan langsung menganiaya korban dengan tangan kosong,” ujar Kapolres melalui Whatsappnya Rabu (9/1).
Kata Arsal, penganiayaan tersebut terjadi di rumah warga yang bernama Fatimah alias Painem.
Kata dia, tersangka yang pada saat itu bersama istrinya Evi Susanti (25 th) mengendarai kendaraan truk dan melintasi depan rumah Fatimah.
“Tak sengaja melihat Fahmi sedang berbincang dengan Fatima, tersangka langsung berhenti di depan rumah Fatimah dan turun dari kendaraan serta berjalan menuju rumahh Fatima. Tersangka langsung mendobrak rumah Fatima menggunakan tangan hingga rusak. Selanjutnya tersangka masuk rumah dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dengan memukul beberapa kali tubuh korban serta menendang sebanyak dua kali,” jelas Arsal.
Lanjutnya, melihat kejadian ini, Rokayeh yang juga berada di tempat kejadian langsung berteriak meminta tolong sehingga membuat salah satu tetangganya yang bernama Abdul Rohim bersama warga yang lain datang untuk melerai.
“Dengan kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam pada pelipis mata sebelah kiri dan melaporkan kejadian tersebut,” ujarnya lagi.
Kapolres Lumajang menuturkan meskipun memahami perasaan tersangka namun dirinya menyayangkan tindakan nekat tersangka untuk main hakim sendiri.
“Saya sangat memahami perasaan dari tersangka, dimana ia sangat emosi setelah mengetahui istrinya pernah diajak untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun demikian, seharusnya hal tersebut diserahkan kepada pihak yang berwenang. Karena Negara kita adalah Negara hukum, sudah sepatutnya segala permasalahan diselesaikan dengan jalur hukum,” tegas Arsal.
AKBP Arsal menambahkan, atas kejadian tersebut, pelaku dijerat pasal Pasal 351 (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(Enel)
loading...