PB, Pamekasan – Aksi kekerasan terhadap jurnalis semakin menjadi-jadi, kali ini terjadi pada Ahmad Jalaludin Faisol, salah satu wartawan media online saat melakukan liputan di desa Plakpak, kec. Pegantenan, kab. Pamekasan, yang dicekik oleh salah satu ketua pokmas. Senin, (7/1/19).

Berita sebelumnya terkait proyek pokmas yang diduga fiktif. Berikut penjelasan dari korban :

“Awal mulanya, saya sudah koordinasi dengan pihak putra Kepala Desa atas nama Ahmad Fausi yang katanya siap memfasilitasi saya bertemu dengan kelima ketua pokmas saat dimintai keterangan dirumahnya pada (28/12/2018) lalu.

Namun, berhubung Fausi seolah acuh tak acuh menanggapi persoalan itu, akhirnya saya pun langsung ke Balai Desa Plakpak untuk meminta keterangan resmi dari Kepala Desa maupun pihak operator desa.

Sesampainya di Balai, berhubung Kades Plakpak tidak ada, akhirnya ditemui oleh Sekertaris Desa (Sekdes), beberapa perangkat desa dan operator desa.

Barulah saya meminta kepada Sekdes Plakpak untuk memanggil kedua pokmas yang menurut keterangan Kades diketahui ketuanya, diantaranya; Pokmas Kencana dan Pokmas Mutiara.

Beberapa menit kemudian, datanglah si Jubri, salah seorang ketua pokmas dari kedua pokmas tersebut marah-marah dan langsung mencekik leher saya. Tak hanya itu, bahkan si Jubri sempat mau memukul saya dengan asbak besar yang dipegangnya itu. Pada saat kejadian itu, tidak ada seorang pun yang melerainya.

Setelah itu, berhubung operator desa Plakpak mengetahui direkam, akhirnya operator desa itu merampas hp saya dan meminta membuka kunci hp saya untuk menghapus rekaman itu.

Berhubung ditekan untuk menghapusnya, akhirnya saya pun menghapus rekaman itu”.

Pasca penyekekan, Faisol langsung melaporkan aksi kekerasan tersebut ke Mapolres Pamekasan.

(Rofiki).

loading...