PB, Lumajang – Akhir-akhir ini banyak kecelakaan lalulintas jalan yang terjadi di Indonesia, baik di lintasan jalanan ataupun di lintasan kereta api.
Tingginya angka kecelakaan itu mengundang keprihatinan banyak pihak.
Hal ini terjadi karena banyaknya jalan tikus yang dibuat oleh warga, namun lama kelamaan jalan tersebut menjadi jalan alternative bagi banyak warga.
Hal inilah yang membuat angka kecelakaan di rel kereta api cukup tinggi.
Selain itu, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk sekedar menunggu sejenak guna memastikan jalur kereta api aman, juga turut memicu tingginya kecelakaan lalu lintas tersebut.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang, AKP I Gede Putu Atma Giri SH bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang mengecek langsung beberapa titik perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu tersebut, Kamis (10/1).
Meskipun rambu rambu lalulintas adalah ranah milik Pemerintah Daerah serta Dinas Perhubungan setempat, namun demikian bukan berarti kepolisian tidak turun tangan dalam permasalahan tersebut.
Kasat Lantas I Gede Putu Atma Giri SH dalam pernyataannya mengatakan tingginya kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api dikarenakan kurangnya rambu rambu yang terpasang serta kurangnya kewaspadaan pengguna jalan itu sendiri.
“Meskipun meninggal dunia adalah garis tangan seseorang, setidaknya kita tetap perlu mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Kedepan nya kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemasangan alarm di perlintasan kereta api, serta pemasangan palang pintu agar warga yang akan melintasi dapat berhenti di titik aman tersebut,” ujar Kasat Lantas
Lanjut Kasatlantas, keselamatan berlalulintas adalah kewajiban individu, bukan hanya tanggung jawab dari kepolisian.
Oleh karenanya kata dia diperlukan kesadaran dari dalam diri, agar berkendara dengan baik dan benar sesuai undang undang yang berlaku.
“Pepatah mengatakan, ‘Jatuh di aspal jalanan tak senikmat jatuh cinta pada seseorang’. Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu di tempat terpisah Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban membenarkan bahwa tindakan Satlantas Polres Lumajang adalah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.
“Meskipun Lumajang ini cukup jarang terjadinya kecelakaan antara Kereta Api dengan kendaraan biasa seperti mobil ataupun motor, namun tetap saja kami melakukan antisipasi sedini mungkin kejadian tersebut,” tegas Arsal.
Lebih lanjut, pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini berharap tingkat kecelakaan di jalanan, khususnya di wilayah Hukum Polres Lumajang dapat menurun dari tahun kemarin.
“Pastinya harapan saya tahun ini korban meninggal dapat turun dari tahun 2018. Jangan sampai keluarga kita terjatuh hingga meninggal di jalanan,” tutup Kapolres.
Perlu diketahui, di Wilayah Lumajang sendiri terdapat 30 titik perlintasan kereta api dengan rincian 13 berpalang pintu, sedangkan 17 belum terpasang palang pintu pengaman bagi pengguna jalan yang akan melintasi rel kereta tersebut.
Ke 30 perlintasan kereta api baik yang terpasang maupun tidak terpasang ini tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Lumajang, yakni Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Randuagungserta Jatiroto.
(Enel)
loading...