PB, Lumajang – Maraknya kasus hilangnya ternak warga, khususnya ternak sapi menjadi permasalahan yang cukup membuat gusar Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M. 
Pasalnya,  orang nomor satu di jajaran Polres Lumajang ini menargetkan meminimalisir tingkat kriminalitas di wilayahnya.
Seiring dengan permasalahan itu Alumnus Akpol 1998 itu memiliki terobosan agar ternak warga tidak lagi menjadi incaran empuk para pencuri spesialis ternak sapi.
“Kami telah membuat konsep tiga lapis pengamanan terhadap ternak warga,” ujar Kapolres Lumajang kepada pembawaberita.com melalui WhatsAppnya, Jum’at (11/1).
AKBP Arsal menerangkan pada lapis pertama menggunakan rantai sapi yakni merupakan pengamanan yang bersifat perorangan atau tanggung jawab tiap pemilik sapi.
Konsep ini jelas dia, merupakan kolaborasi pemikiran dirinya dengan Kapolsek Gucialit Iptu Rudi sehingga menghasilkan model Rantai Sapi yang fleksibel tapi sangat kuat, yaitu besi dengan tebal 10 mm, panjang 80 cm dan lingkar kepala yang mudah ditekuk supaya tidak sulit saat mengalungkan ke kepala sapi sementara ujung lainnya di gembok di besi atau cor yang ditanam.
“Dengan terobosan penggunaan rantai sapi ini,  para pencuri sapi bakal berpikir dua kali untuk melakukan kejahatanya mencuri ternak sapi tersebut. Untuk harga dari rantai ini sendiri cukup terjangkau kok, sekitar 150 ribu Rupiah,” tegas Arsal.
Lanjutnya, pengamanan lapis kedua adalah dengan Gaster (Garasi Ternak), yakni pengamanan yang bersifat kelompok.
“Garasi ternak dibangun semi permanen dengan daya tampung sekitar 30 sapi per Gaster. Setiap sore para pemilik sapi mengantarkan sapinya ke Gaster-nya. sehingga proses penjagaan bisa bergantian setiap malamnya yang dilakukan oleh pemilik sapi itu sendiri. dengan sistem Gaster ini juga membuat masyarakat pemilik sapi lebih sehat kualitas hidupnya, karena selama ini mereka tinggal berbagi tempat dengan sapi di rumahnya sehingga bau kotoran sapi terasa sampai di dalam rumahnya,” terang Kapolres.
Sedangkan lapis ketiga kata dia adalah dengan pembentukan Satgas Keamanan Desa, yang berfungsi mengamankan desa dalam skala yang lebih luas.
“Satgas Keamanan Desa merupakan sistem pengamanan secara menyeluruh, bukan hanya mengantisipasi tindak kriminalitas seperti begal dan pencurian sapi tapi  sampai kepada menyelesaikan problem solving maupun konflik sosial antar warga di desanya,” jelas Kapolres Lumajang.
Dia menambahkan bahwa Satgas Keamanan Desa nantinya akan berdampingan dengan Bhabinkamtibmas karena tugas keduanya hampir sama yaitu menyelesaikan permasalahan sebelum sampai ke ranah hukum, serta berperan sebagai pemecah masalah di desanya.
“Bahkan perselisihan warga pun diharapkan mereka mampu ikut andil dalam mendamaikan sehingga mereka berposisi sebagai tokoh masyarakat yang didengar pendapatnya,” tegasnya.
Arsal berharap dengan teraplikasinya konsep 3 lapis pengamanan ini dapat menurunkan tingkat kriminalitas pencurian sapi, serta kedepanya Polres Lumajang dapat menjadi polres percontohan dalam penanganan kasus kriminal pencurian hewan ternak sapi.
(Enel)
loading...