PB, Lumajang – Sebuah rumah yang terletak di Dusun Ateran Desa Tempeh Tengah Kecamatan Tempeh, Lumajang ludes dilahap si jago merah.
Kebakaran itu dipicu oleh keteledoran
sang pemilik rumah N (48) dan J (45) pasangan suami istri (pasutri) yang berprofesi sebagai buruh tani.
“Sembari menunggu kayu kering, sepasang suami istri tersebut pergi untuk mengumpulkan rumput. Belum lama meminggalkan rumah keduanya melihat kepulan asap melambung tinggi di langit sehingga membuat keduanya teringat akan tungku yang ditinggalkan,” ujar Arsal kepada pembawaberita.com, Sabtu (12/1).
Lanjutnya keduanya segera pulang ke rumah dan benar saja kayu yang dikeringkan di tungku itu menjadi pemicu terbakarnya rumah mereka.
“Petugas Polsek Tempeh yang mendapat laporan dari warga segera menghubungi pihak PMK agar api tidak segera menjalar ke rumah lainnya dan petugas juga mensterilkan wilayah agar tidak ada jatuh korban akibat kejadian ini,” ujar Kapolres lagi.
Sementara itu yang lain kata Kapolres mengamankan pasutri yang shock melihat kediamannya kering bersama kayu bakar mereka.
Kata dia, tindakan tepat petugas yang cepat menghubungi pihak PMK berhasil mencegah api menjalar ke rumah lainnya serta menggerakan warga untuk gotong royong memadamkan api juga membuat api dapat dikendalikan meski rumah korban hangus terlahap api.
“Hal ini bisa terjadi dikarenakan keteledoran korban, namanya juga musibah oleh karena itu dilain waktu saat kita menggunakan tungku api janganlah ditinggalkan tanpa pengawasan karena sering sekali kasus tungku api yang membakar semua di sekitarnya karena tidak mendapat pengawasan oleh si pemilik,” jelasnya.
Alumnus Akpol 1998 itu juga mengapresiasi  tindakan tanggap yang dilakukan petugas yang sigap mengantisipasi perkembangan musibah itu.
“Juga saya apresiasi karena kalau telat sebentar saja bertindak maka api dapat menjalar dan membakar rumah rumah di sekelilingnya,” imbuhnya.
Arsal berharap agar masyarakat khususnya yang sering memasak di dapur atau yang beraktifitas lain di dapur supaya lebih waspada lagi sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.
(Enel)
loading...