PB, Lumajang – Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 9 Januari 2019 lalu Unit Opsnal Satlantas melaksanakan Ops rutin gabungan di Jalan Lintas Timur Lumajang.
Dari kejauhan terlihat seorang pengendara yang ragu-ragu melewati barisan petugas dan ironisnya pengendara sepeda motor itu tidak mau berhenti sewaktu diberhentikan petugas.
Pengendara paruh baya yang belakangan diketahui bernama Heru itu adalah warga Ciliwung Jogotrunan.
Kanit Turjawali Ipda Maryanto didampingi anggota Satlantas Brigadir Achmad Fendik pun menanyakan kelengkapan surat-surat berkendara yang bersangkutan.
Anehnya, ditanyai kelengkapan surat-suratnya yang bersangkutan justru marah-marah dan mengajak petugas bertengkar.
Heru enggan diperiksa petugas dan bahkan mengeluarkan kalimat “mending berkelahi daripada menyerahkan kendaraan saya” karena Heru tidak membawa kelengkapan surat berkendara sama sekali.
Alhasil Kanit Turjawali Ipda Maryanto menanggapi tantangan pengendara tersebut dengan kepala dingin.
“Tidak saya tidak mengajak berkelahi, saya cuma melaksanakan tugas saya pak kalau memang sepedanya tidak mau ditahan, bapak bisa telfon saudara bapak untuk mengantarkan STNK. kendaraan bapak kami tahan sementara. bapak juga tidak memiliki SIM sebagai prosedur berkendara,” terang Ipda Maryanto dengan sopannya.
Menyikapi insiden itu, Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban mengapresiasi anggotanya yang dspat menjalankan tugasnya secara profesional.
“Apresiasi saya setinggi-tingginya karena dapat tetap berfikir jernih saat situasi sedang memanas seperti itu dan tetap mengedepankan “Senyum Sapa Salam” dan juga tetap bersikap humanis meski  saudara Heru bersikeras berbicara dengan tensi tinggi,” terang Arsal kepada pembawaberita.com, Ahad (13/1).
AKBP Arsal menambahkan yang bersangkutan akhirnya ditilang karena melanggar Pasal 281 yakni  tidak dapat mununjukan SIM dan melanggar Pasal 288 (1) karena tidak dapat menunjukan STNK.
“Tetap kami tilang karena kalau tidak kami tilang dan sepeda tidak kami amankan kami disalahkan, kalau ada STNKnya silahkan sepeda bisa diambil lagi,” jelas Kapolres.
Namun kata Kapolres berselang kurang lebih 30 menit, salah seorang saudara yang bersangkutan datang dengan membawa STNK untuk menukar barang bukti yang disita untuk keperluan sidang nanti.
(Enel)
loading...