PB, Lumajang — Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis shabu.
Kasat Reskoba Polres Lumajang AKP Priyo Purwandito SH mengatakan pelaku Muhammad Husaini (34) ditangkap di Tepi Jalan Raya Desa Jarit (Simpang Empat Lampu Merah) Kecamatan Candipuro, Lumajang, Selasa (15/1) sekira pukul 22.30 WIB.
“Tersangka merupakan residivis kasus yang sama yaitu penyalahgunaan narkotika golongan I jenis shabu yang pernah ditangkap pada tanggal 10 Desember 2015 dan telah menjalani putusan/vonis  PN Lumajang berupa penjara/kurungan selama 2 tahun 8 bulan di Lapas Kelas II B Lumajang dan baru saja bebas  tetapi terjerat kembali dengan kasus yang sama,” jelas AKP Priyo.
Lanjutnya, di tangan warga Dusun Krajan Desa Ranu Pakis Kecamatan Klakah, Lumajang itu Tim Opsnal Satresnarkoba Berhasil mengamankan barang bukti
1 plastik bening yang berisi serbuk kistal warna putih yang diduga shabu dengan berat kotor 10,47 gram dan 1 unit handphone merk strawberry
Sementara itu pengamat sosial Rokhmah Nurhayati S berharap agar generasi muda Lumajang mewaspadai segala bentuk peredaran gelap narkoba.
Kami bangga padamu kalau sampai saat ini tetap menjauhi narkoba dan ikut menyampaikan pada teman-temanmu tentang pentingnya untuk bebas dari penyalahgunaan dan penyebaran gelap narkoba,” ujarnya.
Kata dia penjual dan pengedar narkoba akan terus berupaya membujuk generasi muda untuk menggunakan Narkoba yang sangat berbahaya itu.
Dia juga menerangkan bahwa shabu yang dikenal sebagai Ice, ubas, methamphetamine mempunyai berbagai dampak negatif pada tubuh seperti gangguan fungsi hati, ginjal dan urat syaraf, perilaku abnormal, mudah bingung, berkhayal dan berhalusinasi, mudah cemas serta marah.
Senada dengan itu Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban menerangkan bahwa tersangka tertangkap tangan pada saat kedapatan membawa narkotika golongan I jenis shabu tanpa hak dengan maksud dan tujuan untuk dijual kembali.
“Tetapi karena kesigapan anggota kami belum sampai berhasil menjual barang haram tersebut tersangka sudah dibekuk oleh petugas,” jelas Arsal.
Selanjutnya kata dia, tersangka beserta barang buktinya diamankan dan dibawa ke Satresnarkoba Polres.
“Ternyata tersangka tersebut pernah terjerat masalah yang sama yaitu penyalahgunaan narkotika golongan I jenis shabu, bukannya sadar malah dari pengguna menjadi pengedar. Kami akan mengembangkan kasus berikut guna mengungkap jaringan peredaran Narkotika dan pelaku pelaku lainnya,” tegasnya.
Kapolres menambahkan bahwa tersangka melanggar Pasal 114 (1) Sub 112 (1) Jo. 127 (1) UURI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika.
“Ancaman pidananya yaitu penjara paling singkat enam tahun dan paling lama dua puluh tahun serta denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah,” pungkasnya.
(Enel)
loading...