PB, JAKARTA – Usai kegiatan debat capres yang dilaksanakan oleh KPU di Hotel Bidara Jakarta, Kamis (17/2/19). Banyak akun yang mencoba melakukan poling untuk melihat hasil dari debat, sebagai salah sau bukti untuk mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kedua pasangan calon/

Dan diantaranya adalah Media Indonesia yang merupakan media cetak yang berada dalam satu grup dengan sebuah stasiun televisi nasional, MetroTV. Lalu ada pula dari Komisi Pemilihan Umum yang mencoba untuk menakar tingkat kepuasan masyarakat atas hasil kerja mereka ketika melakukan debat, termasuk bagaimana mereka selama ini melakukan langkah langkah untuk diberikan kepada peserta debat.

Media Indonesia, dalam postingannya sebagai pengantar poling, menuliskan. “Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres pasangan nomor urut 01 Joko Widodo – Maruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul dalam debat perdana ini? #DebatPilpres2019

Lalu hasilnya ternyata sangat mengejutkan, karena dari 59.853 suara yang berhasil memilih, ternyata dari tiga pilihan yang diberikan, Jokowi-Ma’ruf hanya mampu meraih suara sebanyak 46 persen. sementara itu Pasangan calon Prabowo-Sandiaga mendapatkan suara hingga 51 persen. Sementara yang tidak menjawab sebanyak 3 persen.

Dan dari hasil tersebut, netizen memperkirakan, pihak Media Indonesia tidak merasa puas, karena seperti diketahui oleh masyarakat luas, jika selama ini, baik MetroTV maupun Media Indonesia adalah pendukung paslon 01. Hingga akhirnya postingan poling tersebut dihapus, walaupun masih tersisa beberapa jam lagi batas waktu memilih.

 

Setali tiga uang dengan akun milik Media Indonesia. Postingan dari akun resmi milik KPU RI juga demikian, terpaksa dihapus oleh admin, karena dari 4 jawaban pilihan yang diberikan oleh KPU RI, sebanyak 29.020 suara yang masuk ternyata sebanyak 77 persen menyatakan acara debat yang diselenggarakan Tidak Menarik. Sementara yang menyatakan Sangat Menarik hanya 4 persen, dan disusul 10 persen menyatakan Cukup Menarik lalu yang memilih Tidak Menonton sebanyak 8 persen. Dan seperti juga poling dari Media Indonesia, Poling milik KPU yang seharusnya masih memiliki waktu dua hari lagi, namun sudah dihapus.

Netizen akhirnya menyimpulkan jika KPU RI tidak lagi memiliki kredibilitas sebagai sebuah lembaga independen, hanya karena hasil yang mereka dapatkan dari kerja mereka, tidak memuaskan penonton, yang dari penelusuran media ini, hampir sebagian besar kecewa dengan keberadaan Paslon 01 yang terlihat dengan jelas melalui gerakan jika Joko Widodo menjawab pertanyaan dari panelis, dengan sesekali melihat ke arah “contekan” yang sudah disiapkan, walaupun panelis sempat memperlihatkan kepada penonton jika pertanyaan debat masih dalam kondisi disegel.

Berikut beberapa postingan dari netizen yang mempertanyakan tingkah laku pihak KPU RI yang menghapus postingan poling mereka.

Kenapa ya…? Dan ada apa kok dan sama2 menghapus pollingnya…? Apakah hasilnya tidak sesuai dengan pesanan…? 🤔 @PutraErlangga_

MI = Media Istana KPU = Komisi Petahana Undercover 😝😝😝 ” @AprianaAka

  menghabiskan anggaran sj, mamfaat dr esensial mrk ada tdk menampakkan hasil nya.” @Nakei_zahwa

Kalau kalian Independent & Tdk Memihak Salah Satu Paslon. Harusnya penghapusan polling jg dirilis secara resmi, apa alasan polling dihapus. Sebagaimana kalian pd Awal merilis Polling… TAKUT Ada PASLON Yg DiPERMALUKAN LAGI…?????@SFatoni1

Ga sesuai harapan…delete,…mgkin jagoannya nyungseb,..KPU trlihat sdh tdk netral, bisa dipercaya hsl pemilu??..” @utipahkia

 

loading...