PB, Jakarta — Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Masa Manik mengatakan aliran dana sebesar 1,4 Triliun dari PT Pertamina ke PT Patra Jasa tahun 2017 lalu benar adanya.
Senagaimana dilansir urbanews.id, Selasa (22/1), Elia menyebutkan bahwa pemberian dana equity kepada Patra Jasa adalah sebagai bagian strategi pertamina untuk membesarkan anak usahanya.
“Semua dilakukan sesuai tata kelola dan GCG yang berlaku, ada proposal, evaluasi dan seterusnya,” beber Elia Masa Manik
Sementara itu, Mantan Direktur Utama PT Patra Jasa, M Haryo Yunianto hingga Selasa (22/1) masih bungkam terkait aliran dana Rp 1,4 Triliun dari PT Pertamina ke PT Patra Jasa tahun 2017.
Ia tak kunjung menjawab konfirmasi pesan yang dikirimkan wartawan melalui telepon selulernya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan duit dari PT Pertamina itu malah digunakan PT Patra Jasa untuk membeli aset yang dibangun PT Wijaya Karya (WIKA).
“Modusnya beli aset apartemen yang dibangun Wika di Bekasi, padahal Patra Jasa tidak punya keahlian bidang properti, perusahaan ini lebih khusus mengelola hotel-hotel milik Pertamina, itu saja tidak beres selama ini,” ungkap Yusri.
Yusri mengatakan, pihaknya menyarankan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memeriksa aliran dana salah satu anak perusahaan PT Pertamina tersebut.
“Kita minta KPK menyisir kemana uang Patra Jasa Rp 1,4 triliun,” tegas Yusri.
Menurut Yusri, pada tahun 2017, PT Pertamina menyuntikan dana segar sebesar Rp 1,4 Triliun ke PT Patra Jasa guna diinvestasikan ke sektor properti.
“Investasi itu tidak berdasarkan kelayakan usaha atau proses bisnis yang benar di dalam anak perusahaan BUMN. Diduga ada penyimpangan dari prinsip Good Corporate Governence,” beber Yusri.
Lebih lanjut dibeberkan Yusri, aliran dana itu terjadi saat PT Patra Jasa dipimpin oleh Haryo Yunianto sebagai Direktur Utama. Sedangkan Direktur Utama PT Pertamina kala itu dijabat Elia Masa Manik.
“Sekarang Haryo Yunianto sudah menempati jabatan sebagai Direktur Aset PT Pertamina,” ujar Yusri.
Senada dengan M Haryo Yunanto, Komisaris Utama PT Pertamina Tanri Abeng juga belum menjawab konfirmasi begitupula Komisaris PT Pertamina yang lain seperti Suahasil Nazara, Ego Syahrial, Sahala Lumban Gaol dan Archandra Tahar.
(Redaksi)
loading...